From Qur'an || From Hadith

From Qur'an Surah Al-An'am (The Cattle) 6:164

Say: "Shall I seek a lord other than Allah, while He is the Lord of all things? No person earns any (sin) except against himself (only), and no bearer of burdens shall bear the burden of another. Then unto your Lord is your return, so He will tell you that wherein you have been differing."

None can bare the burden of another... meaning each of us are responsible for our own actions in this life. we better be sure that we are following the correct understanding of Islam, within the guidelines of the Qur'an and the Sunnah... cause on the day of judgment we will not be able to point fingers at any one else.. not even our sheikhs, imams or maulanas. May Allah (swt) give us the correct understanding of Islam and help us to abide by all aspects of it.

Thursday, 23 July 2009

Bank o0 Bank..

Ada siapa-siapa mahu komen/beri pandangan/setuju tentang emel yang baru saya terima ini??

Dalam meniliti perbankan yang halal atau tidak hendaklah ada dengan ilmu. Perlu faham konsep-konsep perbankan Islam (yang sebenar) yang di perkenalkan oleh bank yang namanya Islamic dalam masa yang sama menjalankan bank konvensional. Bagi yang ada ilmu itu harus berani untuk menterjah terus kepada pegawai bank sebelum pinjman dibuat kerana apa yang kita fahami dan didik di dalam sekolah dahulu, Islam meraih keuntungan untuk kedua pihak, tiada penindasan dan sebagainya.

Ramai yang terkeliru apabila menyebut ‘pinjaman secara Islam’ apabila merujuk kepada produk-produk yang ditawarkan oleh bank-bank Islam. Hakikatnya, mereka semua silap, kerana produk bank Islam yang berasaskan pinjaman hampir tiada. Ini adalah kerana sesebuah ‘pinjaman’ Islam tidak boleh sama sekali dijadikan sebagai medium untuk meraih sebarang keuntungan. Pinjaman tidak lain hanya satu jenis kontrak belas ihsan, untuk menolong mereka yang susah secara percuma sahaja. Hasil dari itu, Allah swt menjanjikan mereka yang memberikan pinjaman tanpa sebarang caj dengan gandaan pahala sebanyak 18 kali ganda.

Nak untung halal ada caranya antaranya;

1) melalui aqad jual beli, termasuk sewaan
2) melibatkan diri dalam sistem perkongsian pelaburan dari jenis Mudharabah atau Musharakah.
3) Melalui konsep ujrah atau upah hasil sesuatu perkhidmatan yang diberi.

Untuk mengubah sifat asal fungsi sebuah bank dari pemberi pinjam kepada pembiaya dan penjual serta pembeli, bank-bank Islam banyak menghadapi cabaran undang-undang setempat. Adakalanya halangan undang-undang setempat boleh menjadikan sebuah bank Islam gagal untuk berfungsi secara seratus peratus menepati Shariah. Bukan kerana mereka sengaja untuk ingkar dan culas, tetapi terpaksa tunduk dek undang-undang setempat yang enggan diubah oleh pembuat undang-undang. Usaha mendesak masih berterusan tetapi tentunya tidak wajar diletakkan ancaman dan kecaman kepada bank-bank Islam. Jika ingin mengecam, pastinya anda faham siapa yang patut ditujukan kecaman. So nak kan yang Islamic habis camne?? Tanya lah kepada penguasa, sebab dia lah berkuasa menerapkan hukum-hukum Allah. Kita sebagai rakyat berusahalah muhasabahkan kepada pemimpin erti kata lain berdakwah. Berdakwah jangan pula kepada kemaslahatan kita pula. Contohnya, bank-bank di negara telah beralih kepada perbankan islam secara total. Lalu kita berhenti berdakwah dan muhasabahkan pemimpin, penguasa dan rakyat. Sedangkan hukum syariat lain masih lagik yang syariat celop. Contoh, hukum penzina.. Boleh dibawah ke mahkamah civil atau syariah..kelakar sungguh!!(geram sangat2!!)..OK..kita bawa kes ini ke kes mahkamah syariah, hukumnya anda sendiri boleh tahu bukan..sebatan atau denda atau kedua-duanya..Memanglah kita tak amek port sebagai kita ini masih terpelihara. Bagi yang bujang n dara pula, masih tidak risau lagik, sebab mereka belum ada anak.. Hmm, saya rasa saya sudah tersasar dari tajuk sebenar.. Mohon perbetulkan jika ada yang tidak kena..Mohan diri beredar..Laptop sudah panas.. sekian..

After baca emel dibawah..terfikir pula tentang deposit yang 10% yang kita bayar kepada pemaju & pengedar, pastu banknya lagi, insuransnya lagik..ada yang bertanya, let say bank itu mengatakan kepada kita bahawa 10% kepada pemaju & pengedar adalah ejen atau wakil dari bank, so bagaimana statusnya??waa, rumit untuk memahami permasalahan seumpama ini, basic fiqh muamalat tiada langsung, mase muda-muda dulu tak nak tanya-tanya betul2 kt pelajar fiqh muamalat semasa dorg bermautautin di malaysia.

Terfikir pula kehidupan al-imam syafie yang pada masa itu tiada bank lagik..dorang rilek je..pape pun ilmu syariat harus dituntut baik yang fardhu mahupun yang kifayah..

Wassalam...

*******************
Assalamualaikum. .

Kita tidak perlu hendak mengharamkan apa yang dah dihalalkan oleh ulamak atau syarak.. apakah saudara/ri hendak menggalakkan orang membuat pinjaman di bank Konvensional? atau apakah dengan kenyataan ini saudara/ri dapat memperbaiki sistem perbankan islam sedia ada??

kenapa pula di sebut riba' dgn mengandaikan riba itu di jumlah dgn tahun.. sedangkan dalam perkiraan dalam islamik banking ia tidak di sebut interes atau riba'.. walau bagaimana pun jalannya ia tetap jual beli, ada akaq dan bukan riba seperti yang tuan maksudkan..

walaupun bank telah membeli rumah terlebih dahulu, dan dan kemudian menjual kepada pembeli(sewa beli) dgn harga tinggi sedikit..

sebagai contoh: saya membeli kereta berharga 80ribu dan kemudian bank membelinya dan menjual kembali kepada saya(sewa beli) pada harga 100ribu. 100 ribu adalah harga jual termasuk 20 ribu keuntungan.. dimanakah riba yang tuan sebutkan tadi??

Ini mmg berbeza dgn bank konvensional yg meletakkan 20ribu itu interest atau bunga.


Berhati-hatilah bila membuat kenyataan dan jangan samakan riba' dengan jual beli. dalam surah Al-baqarah ayat 275 ada mengatakan..




275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat) , sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(Surah Al-Baqarah ayat 275)
*******************

Thursday, 2 July 2009

Facebook Mulai Tunjukkan Watak Aslinya

sumber: eramuslim





Facebook mulai bikin ulah. Situs jejaring sosial yang lagi booming di kalangan masyarakat baik muda maupun tua ini, mulai menunjukkan watak aslinya yang anti dengan hal-hal yang berhubungan dengan Jihad dan Islam.

Situs jejaring sosial besutan Mark Zuckenberg ini, telah menghapus beberapa account yang selalu gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Salah satunya adalah grup Cyber Jihad Community yang dibuat oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman (nick name Prince of Jihad) yang juga merupakan pimpinan dari Ar Rahmah Media.

Jika Irhabi 007 bisa mengguncang dunia dengan nama irhabi-nya yang mampu menembus semua jaringan situs-situs musuh, maka lain lagi dengan Prince of Jihad, selain jaringan arrahmah.com yg dimiliki olehnya, dia juga membuat beberapa grup di situs jejaring sosial facebook yang digunakannya untuk menyuarakan Islam dan Jihad serta membakar semangat para pemuda Islam.

Tak hanya profil grup yang ditendang dari komunitas facebook, administrator grup ini pun ikut menjadi korban kearoganan facebook sebagai sebuah situs ternama di dunia, termasuk account milik Muhammad Jibriel Abdul Rahman.

Grup yang telah memiliki ribuan anggota dan penggemar ini memang sangat nyaring menyuarakan Islam dan Jihad di ranah situs jejaring sosial facebook. Tak heran, para petinggi facebook merasa gerah akan sepak terjang grup ini. Mereka akhirnya menghapus grup Cyber Jihad Community dari keanggotaan facebook, tak tanggung-tanggung beserta para kru pembuat grup tersebut.

Sejak dihapusnya grup Cyber Jihad Community dan para administratornya, komentar berdatangan masuk ke account Ar Rahmah di facebook, "wah, bener2 menyedihkan. berarti facebook zionis dunk.." ujar salah satu komentar.

"Al Qur'an memang tidak pernah salah....orang kafir tidak akan ridho selamanya......" ujar komentar lain menambahkan. Bahkan ada komentar yang sangat pedas yang ditulis oleh salah satu anggota Cyber Jihad Community, "Anti-jihad wajib dibasmi!"

"Finally, it realized. see! 'they' cut the tongue of those who speak the truth," komentar lain menambahkan.

Anehnya, banyak grup lain yang juga menyuarakan ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme atau grup-grup yang menyuarakan rasisme, namun hingga kini mereka masih saja bertahan. Apakah facebook merasa takut atau terancam akan hadirnya grup Cyber Jihad Community ini?

Mungkin akan banyak komentar yang mengatakan, kenapa harus pakai Facebook yang jelas-jelas punya orang kafir dan Yahudi pula yang jelas-jelas memusuhi Islam. Justru disini kita sebagai umat Islam harus pintar memanfaatkan peluang dan sarana. Facebook yang punya musuh Islam kita manfaatkan untuk kepentingan Islam. Seperti para mujahidin Afghan yang banyak memanfaatkan peralatan militer milik Sovyet ataupun Amerika, yang digunakan untuk memerangi mereka dengan peralatan yang mereka buat sendiri.(fq/arrahmah)


Sunday, 28 June 2009

Pengorbanan yang Tiada Duanya.

"He's understand that times are hard and money is short, but consider this little effort an act of investing in the future."

"He's trying to accomplish something big, not realizing that life is made up of little things."

Perkataan-perkataan di atas sekian lama bertahta di sebuah laman web sosial saya... :)





Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah
[al-Baqarah, 002:137-138]


Shibghah bermaksudnya celupan. Shibghah Allah: celupan Allah yang bermaksud iman kepada Allah yang tidak disertai dengan kemusyrikan.

Terasa sempit dan sesak. Ujian-ujian yang aku lalui ini tidak sehebat mana di bandingkan dengan ujian-ujian yang Allah hadapkan untuk kekasihNya itu sendiri.

Cuma atas kelemahan aku sendirilah aku terkesan sangat dengan manusia-manusia ini sedangkan nabi sallallahu 'alaihi wasallam tetap tenang menghadapi ujian-ujian yang datang melanda dari segenap pelusuk terutama di awal-awal usaha dakwah Baginda Sallallahu'alaihi wasallam sehingga Baginda wafat.

Bukan sedikit daripada kita yang menggadai itu untuk dunia yang tidak bernilai ini.

Diberi nikmat kesenangan tetapi alpa. Sedih dan tersayat hati bilamana kau, yang aku akui sebagai saudara seagamaku, sewenang-wenangnya menggadai Subuhmu, Dzuhurmu, Asarmu, Maghribmu, Isyakmu malah Jumaatmu, demi semata-mata mengejar nikmatnya dunia. Meng'infak'kan gajimu kejalan-jalan maksiat. Yang bathil dan hak semua kau sapu. Demi semata-mata ingin merasa enaknya hidup dunia yang sementara waktu ini. (Oh! Allah moga Kau pelihara agama Islam yang aku anuti ini.) Kau - tidak bermaksud kepada seseorang tika ini.

"Alaa, kita bukannya ma'sum pun!!". Janganlah kerana gelaran bukan ma'sum kita mengambil kesempatan. Adakah dengan kita yang bukan ma'sum ini pertanda Allah melonggarkan hukum-hukum diterapkan kepada kita? Ingatlah sahabatku, saudaraku, kenalanku. Sesungguhnya Allah tidak pernah memungkiri janjiNya. Apa yang telah difirmankanNya itu lah benar, itulah janjiNya.

Apa kita sudah mulai tidak mengenal ajaran dan cara hidup Nabi junjungan tercinta? Maka kecelakaan apakah yang paling besar andai kita kehilangan nikmat Islam dan iman ini wahai umat Muhammad SAW?

Nabi SAW pernah bersabda :
"Umat lain akan meratah kamu dengan rakus sebagaimana anjing-anjing yang mengelilingi hidangan makanan. Sahabat bertanya adakah kerana bilangan umat islam yang sedikit? Baginda menjawab Tidak, bahkan jumlah kamu masa itu banyak sebagaimana banyaknya buih di permukaan air banjir. Allah mengikis perasaan gerun di dalam hati musuh terhadap kamu 'al-wahan'. Sahabat bertanya apa dia wahan itu ya Rasulullah. Jawab baginda "cintakan dunia dan bencikan akhirat".

Adakah solid iman kita?? Adakah iman kita seperti Shibghah Allah??

Iman dan Islam inilah lesen kita ke syurga. Pengorbananlah caranya... Andai ini terabaikan. Apakah akan ada ehsanNya untuk kita yang zalim ini? Apa akan adakah jaminanNya?

Hari ini kita masih bernafas, sempat. Se'sempat' nafas yang di hela se'sempat' itu untuk mengucapkan rasa taubat dan syukur. Sedarlah sebelum terlambat!

Wallahulam

p/s: senyuman yang amat aku cemburuuuuuuuiii (huhuhuhu)

Thursday, 25 June 2009

Kembali Kuasa Dinar Emas

” Ekonomi Amerika Syarikat (AS) yang menjadi tonggak kepada ekonomi kapitalis kini berada pada tahap terburuk dan lembap. Kelembapan itu turut menjangkiti negara-negara lain di dunia. Tiga per empat daripada dolarnya berada diluar negara dengan nilai yang terus menyusut.


Pernah dahulu saya berjumpa dengan beberapa orang sahabat. Perjumpaan yang saja-saja sahaja aka melepak. Ntah pada waktu tersebut kami berbual tentang nak menginvestasikan kewangan di masa hadapan.

Suasana ketika itu agak tegang apabila ada dikalangan kami merasa resah melihat ekonomi sekarang ini. Sebagai anak muda yang masih belajar, yang belum memiliki apa-apa asset, yang belum memiliki simpanan wang, kehidupan keluarga yang sederhana dan sebagainya antara faktor keresahan memikirkan zaman hadapan kami.

Kami bersahabat pada mulanya membincangkan tentang kewangan kami yang kami simpan ini nanti akan dilaburkan ke mana. Ada yang menyuarakan agar buat perniagaan. Salah seorang sahabatku berkata, kita hendak berniaga apa?. Tapi sebelum nak mulakan perniagaan itu kita kena fikir tentang nilai harga, ... . Maksud dia, kalau suatu perniagaan itu dimulakan dengan harga RM200K sekali pun belum tentu ia berjaya digerak. Silap hari bulan RM200K macam RM50K je kut, siapa tahu. Kesemua ahli lembaga setuju (ceh, macam dalam mesyuarat syarikat pula).

Pandangan itu kami setuju dan akui akan kelemahan sistem yang diguna pakai sekarang untuk masa akan datang. Ntah bila boleh jalankan perniagaan, itu kami tidak tahu. Kami juga faham sikit-sikit tentang ekonomi bagaimana sebuah mata wang itu di kata susut, besat, kecil, nilai RM ditutup paras rendah/tinggi dan sebagainya.

Seorang dari kami lagi bersuara, dapat gaji je, kumpul duit, dah kumpul duit beli emas. Tentang nak beli rumah itu, hold kan dahulu. Sebut kumpul duit (wang kertas) banyak-banyak, dah cukup masa, duit yang kita kumpul itu tiada nilainya dah. Tak kah naya??

Betul apa yang dikatanya, kita dilihat, bahwa trend harga emas dunia 10 tahun terakhir adalah naik sekitar 400%, boleh kalian bayangkan kenaikan yang siginifikan dari emas, bahkan 1 tahun terakhir didapat angka 50%, mana ada bank dimanapun di seluruh dunia yang boleh memberikan kenaikan hingga 50% tiap tahunnya dari pelaburan kalian.

Kita ambil contoh, dengan menganggap saya sekarang memilik 10 dinar dimana masing-masing dinar saat ini berharga RM420.75 maka akan didapat total investasi saya sebesar RM4207.5, maka 10 tahun yang akan datang nilai dari 10 dinar saya adalah sebesar 400% dari sekarang atau sekitar RM16830 . Jika kalian menabung di bank RM4207.5 sekarang, maka 10 tahun yang akan datang wang kalian menjadi sangat tidak berharga kerana nilainya sudah sedemikian hancurnya ditekan oleh inflasi.

Apa yang saya ketahui dan seingat apa yang saya pelajari di Sekolah Agama Kerajaan Negeri Johor semasa di darjah 6, saya ada pelajari sedikit tentang konsep dan standard sebuah mata wang Dinar Islam, mata wang Emas tulin. Setiap Dinar mempunyai ciri-ciri berikut, berat sebanyak 4.3 gram, diperbuat daripada Emas 22-karat dan berukur lilit 23 milimeter. Standard ini digunapakai sejak zaman Khalifah Umar Al-Khattab. Nilai mata dinar tersebut di nilai pada kiraan semasa [June 25, 2009 RM 104.95 sumber: http://www.e-zakat.com.my/nisab2/index.asp]

Dari segi tabungan, emas lebih stabil berbanding wang kertas kerana nilainya tidak mengalami turun naik yang ekstrem dan tidak merosot akibat inflasi. Dari segi zakat, hukum Islam menetapkan bahawa zakat hanya boleh dibayar dalam bentuk barangan nyata. Dinar emas sangat sesuai berbanding wang kertas kerana wang kertas hanya laku atas jaminan kerajaan yang mengeluarkannya. Sedangkan emas tidak memerlukan mana-mana pihak untuk mengesahkan nilainya kerana ia dengan sendirinya mempunyai nilai.

Menyelusuri sejarah, dinar emas telah menjadi piawai bagi mata wang dunia, selama beribu-ribu tahun, sehinggalah ia diganti kepada wang kertas dolar hanya pada awal tahun 1970-an.


Hanya pada zaman pemerintahan Khalifah yang ke-3 iaitu Khalifah Saiyidina Ummar al-Khattab (13 – 23 hijrah / 633 – 644 masihi), penggunaan mata wang dinar dan dirham mula dikawal dari segi corak dan berat. Di bawah pemerintahan Khalifah Ummar, corak mata wang Islam telah diukir dengan nama Allah SWT. dan sebahagian dari ayat-ayat suci al-Quran. Berat mata wang Islam ini juga telah ditetapkan iaitu mata wang dinar mestilah mengandungi emas seberat 1 mithqal (iaitu seberat 4.25 gram ukuran pada masa kini). Manakala bagi mata wang dirham pula, beratnya adalah sebanyak 2.975 gram perak (ukuran pada masa kini) di mana jika nilai tukarannya dengan dinar ialah 7 dinar emas bersamaan dengan 10 dirham perak.

Kepentingan dinar emas jelas dicatat dalam buku Ibn Khaldun yang bertajuk “al-Muqaddimah.” Di dalam buku tersebut, mencatatkan akan wahyu Allah SWT memasukkan dinar serta dirham dan ini telah membawa bersamanya banyak kaitan dalam hukum seperti zakat, perkahwinan dan hudud. Sebab itu di dalam wahyu Allah SWT dengan jelas telah menyatakan akan ukuran yang tetap mengenai zakat dan sebagainya dengan menggunakan dinar dan dirham tidak dengan yang lain.

Islam mementingkan keredaan Allah SWT dalam setiap pelakuan dan pekerjaan yang dilakukan kerana keredaan Allah SWT akan memberikan kesejahteraan kepada kehidupan dunia dan akhirat. Idea mengembalikan dinar emas bukan suatu perkara kecil kerana ia secara langsung atau tidak, turut melibatkan soal sistem sosial, ekonomi, politik, dan, keberkatan dari-Nya.

Malah, kelemahan umat Islam sedunia mula ketara apabila berakhirnya penggunaan dinar emas. Menurut sejarah, pemerintahan Islam di bawah Khalifah Uthmaniyah di Istanbul, Turki telah dihelah dengan kemajuan dan pembangunan. Pinjaman wang kertas daripada Eropah untuk membangunkan Turki telah menjadikan negara tersebut berhutang dan melalui sistem wang kertas bersama riba telah melemahkan pemerintahan Khalifah.

Riba sangat dibenci Allah s.w.t dan Rasulullah s.a.w. Ini diterangkan dalam al-Quran yang bermaksud: “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahawa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kamu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya,” [al Baqarah:279].

Memang tidak dapat dinafikan, sistem wang dunia berasaskan wang kertas dan berlandaskan riba ini telah telah membawa kepada banyak kerosakan seperti kemiskinan, kerosakan alam sekitar, monopoli pengeluaran dan pengedaran. Sistem ini juga menimbulkan berbagai masalah seperti pengangguran, jenayah, maksiat dan kejatuhan moral. Sistem ini yang dikendalikan oleh institusi perbankan, sistem demokrasi dan ahli politik yang tidak bertanggungjawab telah memberi sumbangan kepada kesengsaraan masyarakat dunia.

Ibnu Abbas r.a. dari Ishaq Ibn Basheer dan Ibn Asakir di Kanz al-Ummal mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, yang bermaksud: “Orang yang pertama mengikuti Dajjal adalah 70,000 orang Yahudi…dan antara tanda pelepasan Dajjal adalah amalan riba.”

Kini, dinar emas telah kembali dan ramai umat Islam dan bukan Islam dari seluruh dunia menyeru supaya dinar emas ini dikembalikan. Ditengah-tengah kekalutan ekonomi yang melanda kini, kilauan dinar emas dilihat dapat mengembalikan sistem kewangan yang lebih munasabah dan mantap. Ramai yang telah sedar akan tipu helah sistem kewangan yang ada dan masyarakat dunia sudah mula meminta supaya mengembalikan kebebasan untuk memilih. Sekiranya demokrasi dilaungkan di seluruh dunia supaya diamalkan dalam semua perkara, mengapa tidak kebebasan diberikan untuk memilih dinar sebagai wang?

Oleh itu rugikah menggunakan wang Dinar Emas?? Ingatlah apa-apa yang terbaik yang Allah SWT turunkan kepada hamba-Nya adalah yang terbaik. Kita umat terakhir, umat terbaik. Bersyukurlah Allah memilih kita di zaman ini kerana Dia mahu beri kita peluang kepada kita agar menjadi yang terbaik. Hikmat terhadap hambaNya yang lahir selepas kewafatan Rasulullah adalah rahsia yang tersirat. Rasulullah ialah utusan yang terakhir adalah Rasul terbaik untuk sekali alam, kalau tidak Baginda tidak dipanggil kekasih Allah. Al-Quran dan As-Sunnah adalah yang terbaik untuk kita semua. Paling ringkas yang boleh saya bagi contoh terbaik ialah kayu sugi yang Baginda gunakan. Yang menggunakannya pasti percaya khasiatnya, bukan?? Maka rugikah kita jika kita tidak menggunakan yang terbaik dari Allah dan telah digunakan Rasulullah yang terbaik. Tepu dada tanya iman. Ayuh!! Tegak Khilafah, pembuka jalan petunjuk Illahi, dihujani keberkatan, dan dipayungi rahmaNya.

Sekian, Wallahulam..

Wednesday, 24 June 2009

Zaman Apa Kita Berada??

Sesungguhnya Allah mengatur alam ini dengan suatu pengaturan yang rapi dan tersusun. Penciptaan alam ini ada mulanya dan ada akhirnya dengan cara dan masa yang telah ditentukan-Nya. Kita sebagai makhluk hendaknya menyadari tentang hakikat ini, dengan merenung hikmah dan pengajaran disebaliknya agar dapat bertindak tepat sesuai dengan kehendak Allah.

Oleh karena itu senantiasa ada peringatan dari Rasulullah SAW untuk umatnya agar menyedari di zaman apa dia berada dan bagaimana dia harus bertindak demi menyelamatkan Iman dan Islamnya.

Rasulullah SAW bersabda :
"Telah berlaku zaman kenabian keatas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah zaman khalifah yang berjalan sepertimana zaman kenabian. Maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit. Berlaku zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya juga, kemudian berlakulah zaman pemerintahan diktator (zaman penindasan dan penzaliman), dan berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula zaman khalifah yang berjalan diatas cara hidup zaman Kenabian"
[H.R. Imam Ahmad, Bazzar dan Attabrani dari Abu Huzaifah Al-Yamani]


Hadits diatas jelas menunjukkan bahwa Umat Rasulullah SAW akan menempuh 4 zaman secara bergilir-gilir sebelum dunia kiamat yakni :

1. Zaman Kenabian (Nubuwwah) dan rahmat
2. Zaman Khulafaurrasyidin dan rahmat
3. Zaman pemerintahan yang menggigit (kerajaan-kerajaan Islam)
4. Zaman fitnah (kerusakan) dan kegelapan
5. Zaman Khalifah atau Ummah kedua yang berjalan diatas cara hidup zaman kenabian yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa.


Zaman Nubuwwah (Kenabian) dan Zaman Khulafaurrasyidin


Zaman ini adalah zaman pemerintahan di bawah Rasulullah dan zaman pemerintahan di bawah khalifah 4 (Sayyidina Abu Bakar as Siddiq, Sayyidina Umar al Faruq, Sayyidina Utsman bin Affan, dan Sayyidina Ali). Dua zaman pertama ini mempunyai banyak kesamaan, dan dikenal juga sebagai Zaman Ummah Pertama.
Iman umat Islam ketika itu sangat kukuh. Menyebut nama Allah saja mampu menggetarkan hati mereka. Cinta dan takutnya kepada Allah tergambar pada setiap perkataan dan perbuatan mereka. Secara umum ciri-ciri zaman ummah pertama ini dapat diketahui sebagai berikut :

1. Ibadah mereka sangat banyak. Solat, puasa, zikri dan wirid susah ditandingi banyak dan khusyuknya.
2. Ukhuwah dan kasih sayang sangat padu, setiap orang mencintai saudaranya seperti mencintai saudara sendiri.
3. Jihad dan mati syahid menjadi idaman dan cita-cita. Mereka akan sangat merasa dukacita jika tidak diizinkan untuk pergi ke medan jihad.
4. Akhlak menjadi perhiasan diri, mereka mampu berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada mereka.
5. Masyarakat dan negara Islam dapat dibangun sehingga layak digelar sebagai negara yang aman makmur dan mendapat keampunan Allah.
6. Tamaddun dan pembangunan rohani mencapai zaman puncaknya.
7. Islam berhasil menaklukkan dua imperium besar dunia yang sedang berkuasa saat itu (kerajaan Romawi dan Persia) untuk kemudian memayungi ¾ dunia.


Zaman Pemerintah Yang Mengigit

Zaman berlaku setelah khalifah 4 (Khulafaurrasyidin), dan berakhir setelah jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924. Pada zaman ini pemerintahan Islam masih wujud, namun sangat sedikit pemimpin yang benar-benar berhasil. Di antara pemerintah yang benar-benar berhasil adalah:
· Sultan Muhammad al Fateh, yang berhasil mewujudkan janji Rasulullah untuk merebut kota Konstantinopel (sekarang Istanbul).
· Sultan Salahuddin al Ayyubi, yang berhasil menghentikan perang salib (crusader)


Zaman Fitnah atau Zaman Kerusakan

Zaman ini diawali dengan jatuhnya kekhalifahan Islam terakhir, yaitu kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924. Zaman ini masih berlaku sampai dengan ke hari ini. Zaman ini merupakan zaman kerusakan dan kegelapan. Pada zaman ini umat Islam jatuh kedalam jurang kehinaan yang berkepanjangan, yang merupakan akibat dari kelalaian dan angkara murka yang terjadi di dunia Islam, sehingga Allah biarkan merka. Hal ini sesuai dengan janji Allah bahwa Allah hanya akan menjadi pembela kepada orang-orang bertaqwa.

Ciri-ciri zaman fitnah ini adalah :
1. Negara Islam satu persatu mulai jatuh dan dijajah oleh orang kafir.
2. Akidah umat Islam pada saat itu sangat rapuh, ada diantaranya Islam di waktu pagi dan kafir di waktu petang
3. Ibadah sangat lemah, shalat, puasa dan membaca Al-Qur'an tidak lagi diamalkan secara bersungguh-sungguh atau bahkan diamalkan sama sekali.
4. Ukhuwah sesama Islam sangat lemah sehingga terjadi peperangan dan pembunuhan sesama umat Islam.
5. Orang kaya sangat kikir dan pelit, manakala orang miskin tidak sabar dan hasad dengki.
6. Penyakit cinta dunia dan takut mati sangat tebal dan mewabah dalam hati umat Islam.
7. Kriminalitas dan kemunkaran yang terjadi dalam masyarakat Islam hampir tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di kalangan masyarakat yang bukan Islam.
8. Akhlak umat Islam sangat lemah dengan berleluasanya hasad dengki, umpat mengumpat, tuduh menuduh, caci-mencaci dan saling mengkafirkan sesama umat Islam.
9. Wanita-wanita Islam telah dicabut rasa malunya dengan bertingkah laku tidak senonoh, menampakkan aurat di depan umum, menari dan menyanyi tanpa menjaga harga diri.
10. Umat Islam terhina di seluruh aspek kehidupan. Politik, ekonomi, pendidikan, pengobatan, pertanian, dan lain-lain, sehingga umat Islam terpaksa bergantung pada sistem kufur dan paham-paham (isme) buatan manusia.
11. Sedikit demi sedikit cara hidup umat Islam telah mengikuti cara hidup orang-orang Yahudi dan Nasrani.
12. Terjadi gejala-gejala buruk dan keji di tengah-tengah masyarakat Islam seperti narkoba, homoseks, lesbian, dan lain-lain.

Namun kemungkaran yang sedang terjadi di zaman fitnah ini tidak melemahkan keyakinan dan semangat perjuangan segolongan manusoa yang tetap pendiriannya. Mereka bukan saja mampu mempertahankan identitas Islam di kalangan mereka, bahkan mereka gigih berjuang untuk memperbaiki masyarakat. Inilah golongan-golongan yang lemah tetapi mempunyai keimanan dan keyakinan yang kuat dan kukuh serta perjuangan yang padu.

Rasulullah SAW bersabda : "Senantiasa ada di kalangan umatku satu thoifah yang akan menzahirkan kebenaran dan tidak dapat dibinasakan oleh orang-orang yang tidak suka disisi mereka sampailah hari kiamat"

Namun untuk menghidupkan suasana Islam di tengah-tengah kerusakan dan kegelapan zaman zaman fitnah ini bukanlah suatu kerja yang mudah. Thoifah-thoifah islamiyah ini senantiasa diuji dan ditentang dengan berbagai macam fitnah dan ancaman. Tepat sekali sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa Islam akan kembali asing.

Namun walaupun begitu, Islam akan kembali kuat dan memusnahkan segala bentuk kekufuran sebagaimana Rasulullah dulu berhasil melakukannya yaitu dengan jalan berdakwah dan mendidik hati manusia. Inilah langkah-langkah awal menuju zaman Imam Mahdi dan Nabi Isa yang merupakan peringkat zaman terakhir yang akan dialami umat Islam sebelum hari kiamat, setelah sekian lama umat Islam mengalami zaman fitnah.


Zaman Khalifah Akhir Zaman Atau Zaman Ummah Kedua

Zaman Khalifah kedua ini adalah zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa. Zaman ini diawali dengan munculnya Imam Mahdi, kemudian disusul munculnya nabi Isa a.s yang akan mengalahkan Dajjal. Zaman ini berakhir ketika seluruh orang Islam di muka bumi diwafatkan, yang kemudian akan dilanjutkan dengan kiamat besar.

Di zaman ini Islam akan kembali lagi ke zaman kegemilangan dan keemasannya seperti di zaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin. Islam dapat menguasai dunia dan kembali menjadi penguasa sejagat.

Rasulullah SAW bersabda: "Sebelum hari kiamat datang pastilah Islam itu bangun kembali walaupun antara mulanya Islam bangun dan mulanya kiamat hanya sekedar masa memerah susu. Zaman ini berlaku selama 40 tahun dan barulah dunia ini akan dibinasakan (kiamat) oleh Allah"

Kebangkitan Islam zaman ini akan sampai kepada puncaknya apabila berpadunya ketinggian kerohanian umat Islam dengan kecanggihan teknologi di bawah dua pemimpin besar umat Islam yaitu Imam Mahdi dan Nabi Isa.

Ciri-ciri zaman ini :
1. Islam dapat mencapai keagungannya kembali seperti yang telah dicapai oleh Rasulullah SAW 14 abad yang lalu.
2. Dunia seluruhnya akan kembali aman dan damai, keadilan akan kembali ditengakkan setelah sekian lama dipenuhi dengan huru-hara dan kezaliman.
3. Hati orang-orang miskin dan kaya dipenuhi dengan sifat redha dan kanaah sehingga tidak seorangpun yang mau menerima sedekah.
4. Harta-harta yaang melimpah ruah akan dibagi-bagikan dengan adil dan merata.
5. Umat Islam hidup dengan penuh kasih sayang dan cinta-mencintai satu sama lain.
6. Aqidah, ibadah dan seluruh aspek kehidupan masyarakat Islam berjalan sepenuhnya di atas landasan syari'at Nabi Muhammad SAW.
7. Segala fitnah dan maksiat, riba, zina minuman keras dan lain-lain kekufuran berhasil diperangi dan dimusnahkan.

Thursday, 28 May 2009

Kahwin Sukarkah??

Bismillahirahmanirahim...

Tidak lama lagi cuti penggal sekolah bermula. Berapa lama cuti? Saya tidak pasti, rasa macam 2 minggu kut. Kebiasaannya di kala cuti-cuti seperti ini, akan adanya majlis perkahwinan. Masa cuti-cuti ini lah hendak digunakan kekuatan ketenteraan saudara-saudara terdekat; ramai yang boleh hadir dan tolong. Berbahagialah dan tahniahlah kepada mereka yang akan mendirikan rumah tangga. :)

Saya terpanggil untuk menulis tentang 'perkahwinan' kerana beberapa faktor antaranya; seorang kawan sekolah menengah saya menelefon saya. Perbualannya menyentuh tentang perkahwinan. Padanlah tak sambung belajar di peringkat Ijazah. Keduanya adalah seorang dari kawan saya semasa dibangku sekolah agama. Bercerita benda yang sama tetapi situasi tidak sama seperti kawan pertama tadi. Situasinya akan saya jelaskan secara ilmiah (yang saya ketahui dari hasil bacaan-bacaan saya). Saya cuba. Kepada kedua-dua rakan saya yang terperasan ini ada sedikit sebanyak persamaan dari perbualan kita, maaf banyak-banyak, sebab korang lah buat aku berfikir dan mintak pandangan dari aku..hehehe...

Tak lupa juga kepada seorang cikgu. Chest!! tak sangka engko 'bahan' aku untuk mengisi masa di malam kelmarin. Pat kan je aku tak ada point nak kenakan ko balik. :P

Allah SWT telah menciptakan manusia yang di dalam diri manusia telah diciptakan pula berbagai gharizah (naluri) serta keperluan jasmani seperti gharizatun nau' yang bermaksud gharizah mempertahankan dan melestarikan keturunan. Bagaimana hendak melunaskan gharizatun nau' ini?? yang dikehendaki Islam??. Melunaskan gharzatun nau' melalui pernikahan. Pernikahan yang disyorkan oleh Islam dan telah ditunjuki oleh Rasulullah SAW.

Pernikahan adalah Sunnah Nabi dan merupakan antara fitrah manusia yang memerlukan kepada pasangan. Setiap makhluk Allah diciptakan berpasangan termasuklah manusia. Oleh kerana itu manusia perlukan kepada pasangan masing-masing untuk saling melengkapi. Jika tidak, hidupnya masih tidak lengkap, tidak teratur dan banyak kekurangan.

Dan pernikahan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah sepertimana yang difirmankan olehNya yang bermaksud, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir.” [Ar-Ruum, 030:021]

Di dalam pernikahan muncul Mawaddah dan Rahmah kerana ada faktor-faktor yang dapat menumbuhkan dua perasaan tersebut. Dengan adanya seorang isteri, suami dapat merasakan kesenangan dan kenikmatan, serta mendapatkan manfaat dengan adanya anak dan mendidik mereka. Di samping itu, ia merasakan ketenangan, kedekatan dan kecenderungan kepada isterinya. Sehingga secara umum tidak didapatkan mawaddah dan rahmah di antara sesama manusia sebagaimana mawaddah dan rahmah yang ada di antara suami isteri.

Kata Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, “Perkahwinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, kerana nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah iaitu perkahwinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syaitan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.”

Rasulullah S.a.w bersabda yang mafhumnya, “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. [HR Thabrani dan Hakim].

Berbalik semula kepada situasi yang di alami oleh kawan-kawan saya. Ada yang bermasalah pada wang hantaran, untuk majlis perkahwinan lagi, perspektif bakal ibu bapa mertua (nak hebat-hebat belaka) tak semua yang ada, tetapi ada terdetik berperasaan seperti itu, dan lain-lain lagi yang mendorong kebahagian kepada keharmonian (luaran) sahaja. Itu pra syarat dari pihak mempelai keluarga belum lagi dengan syarat perkahwinan di Malaysia.


Perkahwinan itu sukar kah?

Sejak British datang ke Malaysia dulu, Hukum Allah pun telah mula dibuang dan digantikan dengan undang-undang yang dirangka oleh Lord Reid. Dan sistem birokrasi mula bertapak di Malaysia yang menyebabkan semakin banyak kesulitan dialami, bukan semakin menyenangkan. Apa yang saya lihat sekarang, nikah kahwin di Malaysia ini semakin sukar. Rakyat semakin sukar untuk mendapatkan mawaddah dan rahmah yang ada dalam pernikahan. Sukar oleh kerana beberapa faktor utama antaranya;

1- Undang-undang yang semakin cerewet yang membikin semakin banyak prosedur. Ambil sijil itu ambil sijil ini, kena bayar itu kena bayar ini (orang nak kahwin pun masih sempat mereka nak cari keuntungan), bukan semakin untuk menyenangkan tetapi semakin menyusahkan rakyat.

2- Pemikiran ibu bapa yang berorientasikan kepada mahukan menantu yang hebat, terutamanya dari segi keduniaan. Seperti mahukan menantu yang berkerjaya besar, berpangkat, ada nama hebat dan seumpamanya. Secara ringkasnya ialah terlalu cerewet dalam memilih.

3- Masyarakat sendiri yang telah statik fikirannya yang suka mengata itu ini. Orang nak nikah secara halal baik menikah di dalam ataupu di luar negara pun dikomen yang tidak membina. Orang nak nikah dengan janda pun bermacam-macam tuduhan dilemparkan.

4- Tiada usaha oleh pihak-pihak atasan untuk membantu golongan yang kurang kemampuan, yang masih tidak kahwin-kahwin itu.

Kita perlu tahu, keadaan di malaysia kini semakin berleluasa dengan zina, berdua-duaan bersama bukan muhrim, gejala bohsia, dating di mana-mana antara bukan muhrim dan sebagainya. Maka mengapa saya lihat pemimpin-pemimpin kita hanya memandang remeh perkara ini. Tiada yang prihatin kepada nasib manusia-manusia yang hendak sangat kahwin tetapi masih tidak dapat kahwin-kahwin. Maka saya nak beritahu kepada penguat kuasa undang-undang, bahawa itu semua tanggungjawab anda. Jika sekiranya anda makin menyulitkan lagi proses pernikahan, maka segala gejala2 maksiat itu adalah disebabkan oleh anda juga.


Terselesaikah masalah??

Islam ini mudah tetapi dipersulitkan dengan bermacam prosedur sekarang. Apa yang saya tengok, masalah tidak juga selesai, malah semakin membuatkan orang sukar untuk kahwin, semakin membuatkan orang melanggar batas-batas agama, semakin membuat rakyat tertekan dan seumpamanya. Apa gunanya membuat semakin banyak prosedur tetapi rakyat semakin ramai buat maksiat?

Pemimpin sepatutnya berusaha keras menyahut hadith ini , “Nikahilah perempuan yang ramai anak dan penyayang. Kerana aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (HR Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban). Nabi amat berbangga dengan umatnya yang ramai, maka jika kerajaan kita betul-betul prihatin masalah ini, kerajaan akan menumpukan agar rakyatnya yang beragama Islam dapat kahwin semuanya. Tidak mahukah kita membantu untuk meramaikan umat nabi kita?

Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf: “Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggungjawab”. Maka tidak mahukah kita cuba menggalakkan (bukan sahaja galak tapi bantu lah) rakyat agar berkahwin?


Prosedur ada tetapi masalah penceraian tetap berlaku.

Saya lihat pihak-pihak bertanggungjawab berusaha mengatasi masalah ini. Tahniah saya ucapkan. Tetapi janganlah fokus pada kes penceraian sahaja:- anak nak siapa jaga?? Nafkah siapa mahu beri?? Tempat tinggal dan sebagainya. Permasalahan-permasalahan seperti ini sering diguna pakaikan. Kenapa ye rakyat di telunjuki??

Buatlah prosedur yang terkini mana pun. Apa yang saya tengok tidak juga, kerana masih banyak rumahtangga yang menemui jalan buntu yang akhirnya bercerai. Itu semua adalah soal jodoh, apa pun langkah yang kita usaha, kalau dah jodohnya panjang tetap panjang, kalau dah jodoh pendek tetap pendek, ada hikmah semuanya. Cuma apa yang saya harap, jangan pula pihak atasan semakin menyulitkan proses untuk berkahwin itu.

Mana lebih baik? Berikan kemudahan kepada mereka yang mahu berkahwin dan cuba membantu mereka ataupun membiarkan sahaja maksiat semakin berleluasa? Ini dalam keadaan rakyat tertekan pun kerajaan masih sibuk dengan pembangunan pembangunan pembangunan. Naluri rakyat yang memerlukan kepada pasangan yang halal terpinggir pun masih sibuk dengan pembangunan pembangunan pembangunan. Apa guna nya pembangunan jika jiwa rakyat kamu menderita? Apa gunanya pembangunan jika sekiranya keperluan asasi rakyat kamu tidak dipenuhi?

Nasib banyak kaum wanita yang masih tidak dapat berkahwin pun tiada siapa yang peduli. kita mesti tahu MANUSIA MEMERLUKAN KEPADA PASANGAN MASING-MASING. Tanpa pasangan, sudah tentu lah jiwa terasa kekosongan, kesepian, keseorangan dan bermacam-macam perasaan negatif lagi. Kamu berusaha keras untuk membuat pembangunan, tetapi mengapa kamu tidak berusaha keras untuk menyenang dan mengisi kekosongan hati rakyatmu? Di sini lah terlihatnya betapa kamu hanya mementingkan pembangunan material dari pembangunan rohani rakyat kamu. Maksiat terus berleluasa kerana prosedur dan bekalann iman yang tidak di isi.

Mana usaha kamu untuk membantu rakyat untuk memenuhi firman Allah ini, “Dialah yang menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan Dia jadikan dari jiwa yang satu itu pasangannya agar ia merasa tenang kepadanya…” [Al-A’raaf, 007:189]


Dan kepada para ibubapa pula, jangan lah terlalu cerewet untuk memilih bakal menantu. Cukup lah kamu kaji serba sedikit tentang latar belakangnya menurut apa yang diberitahu dalam hadith, “Wanita dikahwini kerana empat hal: Kerana hartanya, kerana keturunannya, kerana kecantikannya, dan kerana agamanya. Maka hendaklah kamu pilih kerana agamanya, sebab kalau tidak demikian, nescaya kamu akan celaka”. [Hadith Shahih Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175].

Jika kamu sudah pasti orang itu agamanya elok, takutkan Allah, dan anak kamu sudah saling sayang menyayang dengannya, maka nikahkan lah mereka. Jangan tunggu sampai mereka ada rumah banglo, kereta besar, duit bertambun-tambun dulu baru nak kahwinkan mereka. Ingatlah, Saidina Ali r.a dan Saidatina Fatimah a.s hanya hidup kais pagi makan pagi, kais petang makan petang, tetapi mereka tetap bahagia. Apa lagi yang bagus melainkan melihat hidup anak kamu bahagia? Saya tegaskan , bahagia bukan diukur dengan wang ringgit yaa, saya ulangi lagi, bahagia bukan diukur dengan wang ringgit yaaa. Haa ini diulang-ulang lebih sikit kepada mereka yang gila ke duit sangat tuuu!!

Hayatilah firman Allah ini dan jangan hanya pandai baca sahaja, “Dan kahwinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkahwin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. [An-Nur, 024:032].

Dan yakinilah juga dengan pesan Nabi Muhammad S.aw ini , “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, iaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah kerana ingin memelihara kehormatannya”. [HR Ahmad 2: 251, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadis No. 2518, dan Hakim 2: 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu].

Dan saya kuatkan lagi hujjah dengan kata-kata sahabat ini, Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu pernah berkata: “Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan”. (Ihya Ulumuddin dan Tuhfatul ‘Arus hal. 20).

Jangan tunggu menantu kamu kaya atau banyak duit dahulu baru nak nikahkan mereka dengan anak kamu. Yakinlah , Allah akan bantu untuk cukupkan mereka jika mereka ikhlas berkahwin kerana Allah. Ketahuilah, apa yang penting dari sebuah rumahtangga adalah kebahagiaan. Kebahagiaan itu bukan diukur dari wang ringgit, pangkat dan seumpamanya, tetapi adalah kebahagiaan yang dirasai dalam hati seorang manusia itu. Maka jika hatinya sudah saling sayang menyayang, senang dan serasi bersama, maka nikahkan lah mereka. Semoga dengan cepat-cepat dinikahkan akan dapat mengelakkan dari berlakunya bermacam maksiat dan noda.


Dan bagi para lelaki yang mahu memilih wanita, hayatilah maksud ayat ini, “Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”. [An-Nisaa, 004:034].


jika ada pasangan-pasangan yang sedang bercinta mahu berkahwin dan mereka sudah sanggup untuk hadapi apa sahaja, maka kahwinkan sahaja mereka. Tak perlu kita pula yang menjadi penghalangnya. Apa yang penting pernikahan itu pertamanya mesti berdasarkan kepada kerana ALLAH. Maka jika mereka sudah sanggup untuk berkahwin, maka apa tunggu lagi, aturkan pernikahan untuk mereka. Soal jodoh kekal atau atau tidak, bahagia atau tidak mereka itu adalah soal mereka sendiri.

Jangan kita pula yang jadi batu penghalang orang mahu bina masjid. Akibat melarang mereka berkahwin, nanti mereka buat maksiat dan dosa siapa yang nak tanggung? Anak-anak kamu juga wahai pak-pak mertua. Tak kasihankah kamu kepada anak-anak kamu? Gara-gara kamu mementingkan diri kamu untuk mendapat menantu yang hebat, agar orang semua memandang hebat kepada kamu (macam kamu sendiri pulak yang nak kahwin), akhirnya anak kamu yang jatuh ke lembah maksiat.

Adakah selama ini mereka yang banyak harta itu semua bahagia setelah berkahwin? Adakah mereka yang pergi kursus kahwin itu bahagia belaka selepas berkahwin? Adakah mereka yang berpangkat, berkerjaya besar dan segala yang gah-gah bahagia belaka selepas kahwin? Maka tepuk dada tanya iman anda.

Dan jangan menetapkan hantaran yang besar-besar bagi mereka yang tidak mampu. Ikut sahaja kemampuan mereka, jangan menyiksa dan membebankan bakal menantu anda. Yang penting mereka dapat bina masjid yang baik dan sama-sama menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Dan jika anda adalah ibu bapa yang baik, maka bantulah sama anak anda untuk mengeluarkan belanja bagi pernikahannya. Semoga diredhai dan diberkati Allah pernikahan mereka. Yang penting kita buat jalan HALAL yang diredhai oleh ALLAH S.W.T, insyaAllah berkat.

Pernikahan yang sepatutnya mudah sahaja di dalam Islam dan amat digalakkan oleh Nabi Muhammad S.a.w tetapi semakin sukar dan payah untuk dilakukan sekarang ini kerana sikap dan suasana hari ini sendiri. Fikir-fikirkanlah dan renung-renungkan lah bersama. Wallahu a’lam :)


Wallahulam...

p/s: perbetulkan yang silap. kita hidup bukan hanya mencari ketenangan sahaja tetapi mencari kebeneran.

Tuesday, 19 May 2009

Kembali Kepada Cara Berfikir, Bersikap & Bertindak Yang Islamik

Bismillahirahmanirahim…

Assalammualaikum wbt…

Sejak perlantikkan kerusi nombor satu (1) negara, Perdana Mentari. Banyak perubahan singkat yang pemimpin itu lakukan. Antaranya pembebasan tahanan ISA, motto kepimpinan beliau dan sebagainya. Saya disini bukanlah hendak menyentuh kesemuanya dan juga 2 perkara yang telah disebutkan tadi tetapi ingin berkongsi apa yang difikirkan oleh saya sepanjang tempoh ini iaitu pendidikan. Seperti yang dimaklumkan, bahawa Universiti Kuala Lumpur akan bertukar statusnya dari Institut Pengajian Tinggi MARA (IPTMa) kepada Institut Pengajian Tinggi Awam (IPTA) dan kes beberapa buah Institusi Pengajian di naik tarafkan statusnya dan sesuai standard keberhasilan yang dikeluarkan oleh institusi tersebut; Kolej Universiti kini menjadi Universiti, Institusi menjadi Kolej dan sebagainya.

Perkembangan dan kemajuan ini yang kita lihat dewasa ini, banyak universiti dan kolej universiti - satu perkembangan yang sihat dan pesat yang berlaku terutamanya selepas era 1990-an. Pastinya, ini memangkinkan jumlah mahasiswa dan pemimpin mahasiswa yang dilahirkan oleh institusi-institusi pengajian tinggi. Ini satu perkembangan yang menarik, ditambah pula dengan hakikat bahawa ianya bukan hanya dari aspek disiplin ilmu yang diceburi, malahan komposisi etnik, ideologi, wilayah tempat asal mereka serta pelbagai aspek lain juga semakin rencam dan bervariasi. Secara tidak langsung, ia membuka satu lembaran baru yang penuh mencabar pada para mahasiswa hari ini.

Dalam kita membicarakan peranan pemimpin mahasiswa hari ini, satu perkara yang amat penting yang tidak boleh kita ketepikan ialah bagaimana pemimpin mahasiswa hari ini dapat memenuhi cabaran yang dikehendaki dan telah digariskan oleh Islam untuk membangunkan Malaysia menjadi pemangkin, kemajuan sebagai negara maju mengikut acuannya sendiri (sesuai dengan budaya tempatan) tanpa mengetepikan dan menolak sedikit pun walau satu peratus dari pandangan Islam. Supaya matlamat tidak menghalalkan cara dijadikan amalan dan yang terpenting sekali penerapan hukum Syariah dan penyebaran risalah Islam seperti mana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, Khulafah ar-Rasyiddin dan seterus yang terakhir tapi bukan berakhir kepimpinan Islam iaitu zaman Uthmaniyah di Turkey. Dalam meneliti persoalan ini dan bagaimana barisan pemimpin mahasiswa khususnya dan mahasiswa sendiri amnya dapat memainkan peranan masing-masing, kita perlu meluaskan pandangan, membuka horizon pemikiran, memerhati dan menganalisa situasi dunia dan serantau yang begitu kompleks dewasa ini, terutamanya setelah kita menjengah abad ke 21. Dan ini lah di fikirkan oleh saya, ”Kembali kepada cara berfikir, bersikap dan bertindak yang Islamik”


Persoalan-persoalan

Ini adalah persoalan yang pernah berlegar di fikiran saya.

Masalah, Kemudahan atau Bebanan
Siapakah yang dididik oleh sistem ini? Adakah pendidikan disalurkan secara samarata oleh semua anggota masyarakat ataupun ia hanyalah hak istimewa untuk sebilangan kecil orang? Memang benar anak-anak muda di negara ini mudah untuk mengakses pendidikan, namun ramai anak-anak muda tergugur disebabkan mereka dari golongan miskin yang terpaksa gugur akibat tidak berkemampuan, walaupun kita mempunyai sistem pendidikan yang kononny ”percuma” di peringkat rendah dan menengah. Berbalik pada soalan tadi, bagaimana pula terhadap anak-anak muda dari golongan kelas pekerja ke pendidikan tinggi, adalah begitu sukar sekali, bukan?

Penswastaan institusi pengajian tinggi akan memburukkan lagi keadaan sehinggakan beban anak-anak muda dari golongan bawahan untuk melanjutkan pelajaran menjadi semakin berat. Memandangkan pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin ekonomo pada masa hadapan, pengecualian golongan minoriti (pekerja dan pelajar) untuk memasuki universiti, akan memburukkan lagi pengkelasan (pertama,kedua dan ketiga) dan ketidaksamarataan kaum dalam masyarakat kita.


Islam,
Di dalam Islam, menuntut ilmu adalah wajib dan tidak boleh diabaikan. Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ”Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” [HR Ibnu Adi dan Baihaqi]. Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan setiap Muslim untuk menuntut ilmu dan mendapatkan berbagai ilmu yang diperlukannya dalam kehidupan. Ilmu dianggap sebagai sesuatu yang wajib dan termasuk keperluan serta hak asas setiap individu. Berdasarkan apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, baginda telah mengarahkan tawanan Perang Badar untuk mengajar membaca dan menulis sepuluh anak kaum Muslimin sebagai syarat penebusan mereka. Dengan tindakan ini, yakni membebaskan para tawanan dengan cara menyuruh mereka mengajar anak-anak kaum Muslimin, bererti Rasulullah telah menjadikan biaya pendidikan setara dengan barang tebusan. Maksudnya, Rasulullah (seperti) telah memberi upah kepada para pengajar itu dengan harta benda yang seharusnya menjadi milik Baitul Mal.

Rasulullah juga bersabda, “Seorang imam (pemimpin) itu adalah penggembala (pemelihara) dan dia bertanggungjawab di atas pemeliharaannya...” [HR Ahmad, Syaikhan, Tirmidzi, Abu Daud dari Ibnu Umar]. Hadis ini dengan jelas meletakkan tanggungjawab pemeliharaan atau penjagaan ke atas bahu para pemimpin. Justeru, di dalam bidang pendidikan, memberi pendidikan dan menyediakan segala kemudahan yang berkaitan dengannya adalah wajib ke atas setiap pemimpin dan semuanya mesti disediakan secara percuma kepada rakyat. Dia wajib menjaga rakyatnya, bukan membebankan rakyatnya. Bebanan yang diletakkan ke atas bahu rakyat adalah satu bentuk penindasan dan kezaliman oleh sang pemimpin. Maka, haram ke atas pemimpin melakukan maksiat ini dan mereka pasti akan disoal oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas kezaliman dan dosa yang mereka lakukan.


Masalah, Pengaruh Pendidikan
Pelajar dididik untuk buat apa? Adakah kita dilatih untuk membentuk satu masyarakat yang lebih baik ataupun lebih sempurna? Kesempurnaan apa? Didalam Islam kesempurnaan individu didalam fikrah Islam dan syariat Islam. Malangnya sekali. Pelajar-pelajar diajar tentang nilai-nilai dan kemahiran yang menjadikan kita sebagai pekerja yang produktif dan berupaya menjana keuntungan untuk koporat besar. Sistem dan ilmu.

Sistem pendidikan pula direka supaya kebanyakan kita berusaha tanpa keraguan memperkukuhkan lagi ideologi golongan pemerintah yang hegemonik. Sebagai guru, penyelidik, ahli politik, pengiklan, penulis atau ahli sains pada masa yang akan datang, kebanyakan kita akan menunjukkan sokongan kita terhadap dominasi manusia ke atas alam sekitar, dan menyanjung tinggi pasaran bebas yang tiada rintangan sebagai sistem ekonomi yang terbaik. Inilah berlakunya pengasingan antara agama dan kehidupan.

** Tidak mengapa, diri ini tidak jemu-jemu memperjelaskan tentang ’Sistem dan Ilmu adalah berbeza’ walaupun sering dianggap menghentam dan mengondem orang. Mempelajarinya tidak salah, jangan mengamalkan pula.


Islam,
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting di dalam kehidupan. Dari sinilah bermulanya satu cara hidup (the way of life) yang seterusnya akan memandu dan membezakan umat Islam dengan umat yang lain. Dari sini jugalah akidah dan intelektual seorang muslim itu dibina. Jika sistem yang mendidik/membina itu datangnya dari Islam, maka akidah dan sistem Islamlah yang akan menjadi pegangan hidup seseorang dan jika sistem yang membina itu berasal dari Ideologi Kapitalis atau Sosialis, maka sistem kufurlah yang akan menjadi pegangan seseorang itu.

Dalam hal ini, sistemlah yang membina syakhsiyah seseorang. Ia akan mempengaruhi cara berfikir, menilai sesuatu, bertingkah-laku, keintelektualan hatta aqidah seseorang itu sekalipun. Oleh kerana yang menerapkan sistem itu adalah Negara (Pemerintah), maka Negaralah yang harus menjaga sistem itu. Justeru, kita menyaksikan bagaimana negara Sosialis, Soviet Union (dahulu) membina rakyatnya dengan syakhsiyah Komunis, bagi memastikan ia berjaya melahirkan individu-individu yang berpemikiran Komunis. Soviet Union telah memastikan agar tiada langsung unsur-unsur Kapitalis mahupun Islam yang wujud dalam sistem pendidikan mahupun kehidupan mereka. Begitu juga dengan Barat, mereka mendidik generasi mereka dengan Ideologi Kapitalis yang berteraskan pemisahan agama dari kehidupan (faslu din anil hayah). Barat membina pelajar-pelajar mereka di atas asas ini dan memastikan agar langsung tiada unsur-unsur Komunis mahupun Islam terdapat di dalam sistem pendidikan mahupun kehidupan mereka. Malah mereka membina generasi mereka dengan memberikan gambaran yang cukup buruk tentang Islam.


Islam VS Kapitalis dan seangkatannya
Golongan kapitalis tidak terhenti-henti untuk mempromosikan kemahiran-kemahiran seperti pengurusan, komputer, perubatan, sains, undang-undang dan kejuruteraan, yang kesemuanya melatih kita untuk melicinkan lagi keberkesanan jentera koporat. Akibatnya, hanya sebilangan kecil pelajar yang berlajar ilmu-ilmu kemanusiaan, satu bidang di mana lebih berkecenderungan untuk pelajar dididik untuk berfikir secara kritikal dan menjadi pembangkang kepada kuasa koporat dan institusi yang didominasi oleh golongan elit. Namun, pelajar-pelajar ilmu kemanusia hari ini pun sukar menunjukkan sifat-sifat kritis ini, kemungkinan besar kualiti pensyarah yang semakin merosot dan juga sikap dingin pelajar terhadap masalah sosial dan alam sekitar. Dalam sistem yang semakin berorientasikan keuntungan perniagaan, pelajar akan diambil sebagai pelatih di koporat tanpa bayaran, di mana menunjukkan pengekploitasian yang jelas. Dan walaupun untuk pelatih yang berbayar, mereka telah disuntik nilai-nilai koporat, untuk memperkukuhkan lagi sistem koporat ataupun secara umumnya sistem kapitalis.

Universiti kita sendiri telah berfungsi bermotifkan keuntungan, selain menjadi jentera pemprosesan pengikut setia golongan pemerintah. Koporat dan golongan kapitalis ingin sistem pendidikan melatih anak-anak muda supaya menjadi tenaga kerja mereka dan, koporat mahu universiti menjalankan penyelidikan untuk menghasilkan barangan yang dapat dijual oleh mereka demi mengaut lebih keuntungan. Jika kita tidak ingin bekerja untuk koporat atau mencipta barangan baru untuk mereka, maka kita perlu menentang habis-habisan agenda mereka.

Dikala ini universiti bukan sahaja menjalankan penyelidikan untuk golongan kapitalis, malah universiti juga menghasilkan ideologi. Universiti bersuhabat dengan sekolah-sekolah menengah dan maktab-maktab untuk membiakkan ideologi hegemonik golongan pemerintah, yang menjustifikasikan amalan kita terkini yang membawa kehancuran kepada alam sekitar, meletakkan keuntungan di atas rakyat, seksisme, perkauman, heteroseksisme dan imperialisme.


Bagi Islam pula, Polisi Pendidikan di dalam Sistem Kilafah
Allah SWT mengurniakan manusia kemampuan berfikir, yang dengannya ia meletakkan manusia itu di atas segala makhlukNya yang lain, Allah SWT juga menjadikan akal manusia khasiat untuk membuat pertimbangan atas sesuatu fakta, jadi kaedah pengajaran wajib menyerlahkan kemampuan berfikir manusia itu. Kaedah pengajaran yang tepat adalah melalui proses berfikir yang disampaikan oleh guru dan dicerna oleh daya intelektual pelajar. Seorang pendidik yang ingin menyampaikan suatu pemikiran kepada pihak lain, ia akan menyampaikannya melalui penyataan-pernyataan yang secara asasnya melalui bahasa. Jika pelajar yang menerimanya dapat mengaitkan dengan maklumat lepas yang dapat cerapnya, pemikiran ini akan menjadi konsep (mafahim) yang dapat menjadi asas berfikir. Sebaliknya jika ianya diterima tanpa mengaitkan dengan maklumat lepas maka pemikiran yang disampaikan itu kekal menjadi sekadar maklumat. Dalam hal ini, Islam hendaklah dijadikan kayu ukur atau sandaran kepada segala pemikiran.

Jika kita tidak menjadikan Islam sebagai asas di dalam berfikir, maka kita sekadar akan menghasilkan seorang yang berpelajaran tetapi bukan seorang yang berfikir. Dan sudah pasti standard (miqyas) yang salah akan digunakan. Contohnya, kita akan dapat melahirkan pelajar yang tahu dengan tepat bilakah British menjajah Tanah Melayu (kerana diajar fakta-faktanya), tetapi kita gagal melahirkan pelajar yang berfikir bahawa kedatangan British (golongan kuffar) itu adalah untuk menjajah tanah umat Islam, seterusnya menancapkan Ideologi kufur mereka untuk diamalkan oleh umat Islam. Pelajar juga mungkin diajar maklumat bahawa Jepun telah menjajah Tanah Melayu (setelah British) dengan segala bentuk kekejaman, tetapi pelajar tidak diajar berfikir bahawa penjajahan Jepun berakhir dengan kekalahan Jepun, sebaliknya penjajahan British tidak pernah berakhir hingga sekarang. Pelajar tidak diajar berfikir bahawa walaupun British telah meninggalkan Tanah Melayu, tetapi sistem yang British tinggalkan ini dipegang kukuh oleh Negara dan pelajar tidak diajar berfikir bahawa sistem ini adalah sistem kufur yang bertentangan dengan Islam dan wajib dibuang, seterusnya digantikan dengan Sistem Islam.

Pelajar harus ditanam dengan pemikiran bahawa mereka wajib menjadikan aqidah Islam sebagai asas berfikir, justeru jika suatu pemikiran itu bukan dari Islam, maka perkara ini perlu dijauhi. Method ini mesti digunakan untuk menyampaikan suatu pemikiran samada ianya suatu pemikiran yang terkait dengan pandangan hidup (hadharah) mahupun ilmu-ilmu yang bersifat empirikal seperti sains dan matematik.

Bagi kategori pertama, ilmu-ilmu ini lahir daripada pandangan hidup tentang manusia, alam dan kehidupan, ilmu ini wajib dikaitkan dengan aqidah Islam. Pendidik perlu mengaitkan pemikiran dan perasaan pelajar tentang apa yang ada sebelum dan selepas alam ini dan kaitan keduanya dengan kehidupan di dunia sekarang. Seterusnya membentuk satu konsep yang terpahat dalam diri pelajar dan menjadikan mereka sedar tentang tujuan hidup mereka didunia. Adalah suatu kesalahan yang fatal apabila aqidah itu sekadar dihafal tanpa melalui pembuktian aqliyah dan naqliyah dan tanpa mengaitkannya dengan pandangan hidup tentang manusia, alam dan kehidupan. Aqidah adalah pegangan hidup yang wajib diyakini, bukan dihafal. Dari sini barulah terlahir pelajar yang tahu akan tujuan ia diciptakan dan ke mana ia akan tuju selepas alam ini. Oleh itu, mereka akan memahami bahawa hidup di dunia ini hanyalah untuk tunduk patuh kepada perintah dan larangan Allah semata-mata.

Bagi ketegori kedua, ilmu-ilmu ini tidak terkait dengan mana-mana pandangan hidup atau aqidah. Ilmu-ilmu ini diajar untuk menyiapkan pelajar bagi menghadapi kehidupan yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala amanahkan ke atas manusia. Ini sesuai dengan firman Allah, “dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripadaNya” [TMQ Al-Jaatsiyah (45):13]. Juga firmanNya, “dan Dia menundukkan untukmu malam dan siang, matahari dan bulan. Dan bintang bintang itu itu ditundukkan dengan perintahNya. [TMQ An-Nahl (16):12] dan juga firmanNya, “dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” [TMQ Al-Qashash (28):77].


Kesimpulan
Jika kita Kembali kepada cara berfikir, bersikap dan bertindak yang Islamik. Nescaya ’mudah’ (moga Allah membantu) tugas membentuk pemimpin dan rakyat dalam memahami, menghayati, dan mengaplikasikan agenda khilafah Islamiyyah. Dan dapat dilaksanakan sebab kesediaan semua pihak dalam Pembentukan khilafah Islamiyyah berkait rapat dengan fikrah Islam yang ada pada pemimpin dan rakyat dalam sesebuah negara. Sejauh mana cemerlangnya pembangunan pemimpin dan rakyat, sejauh itu kecemerlangan sesebuah negara dapat dicapai.

Semoga diri ini terus diberi dan memberi kesedaran terhadap peranan dan tanggungjawab mereka sama ada sebagai pemimpin atau rakyat agar mereka lebih bijaksana, dinamik dan berwawasan dalam perjuangan menegakkan khilafah Islamiyyah.

Related Posts with Thumbnails