From Qur'an || From Hadith

From Qur'an Surah Al-An'am (The Cattle) 6:164

Say: "Shall I seek a lord other than Allah, while He is the Lord of all things? No person earns any (sin) except against himself (only), and no bearer of burdens shall bear the burden of another. Then unto your Lord is your return, so He will tell you that wherein you have been differing."

None can bare the burden of another... meaning each of us are responsible for our own actions in this life. we better be sure that we are following the correct understanding of Islam, within the guidelines of the Qur'an and the Sunnah... cause on the day of judgment we will not be able to point fingers at any one else.. not even our sheikhs, imams or maulanas. May Allah (swt) give us the correct understanding of Islam and help us to abide by all aspects of it.

Sunday, 5 April 2009

Sudah Banyak Rasa Sakit, Saatnya Merdeka Lagi

Apabila kita memperkatakan pemimpin umat Islam,terbayang oleh kita bahwa mereka terbagi kepada berbagai peringkat dan pemimpin di berbagai bidang dan jurusan. Pemimpin di kalangan umat Islam itu ada pemimpin-pemimpin besar dan ada juga yang kecil. Ada yang umum (negara, daerah, dll) ada yang khusus (pendidikan, ketentaraan, ekonomi, dll). Juga ada yang terbatas ketika pemimpin itu juga dipimpin.

Setiap pemimpin di akhirat kelak akan ditanya oleh ALLAH Ta’ala setiap orang di bawah pimpinannya, tidak terkecuali pemimpin besar atau kecil, umum atau khusus. Mereka tidak boleh memikirkan bidangnya saja. Dalam ajaran Islam, masalah agama terutama di sudut fardhu ain mesti diketahui, dihayati dan diamalkan oleh setiap mukallaf (muslim, baligh, berakal yang telah dapat dikenai hukum). Oleh sebab itu siapa saja yang menjadi pemimpin bertanggung jawab memastikan perkara agama dan akhlak untuk keselamatan bersama di dunia dan akhirat.

Tidak seperti halnya dalam bidang fardhu kifayah, seperti ketentaraan, ekonomi, pertanian dll. Sebagai contoh kalau ada satu golongan yang berkecimpung di bidang itu dan mencukupi keperluan umum, maka sudah memadai. Orang lain yang tidak ambil bagian di bidang itu terlepas dari dosa. Sedangkan mengetahui halal dan haram serta akhlak yang mulia, yatu memiliki sifat-sifat mahmudah, seperti adil, jujur, tawadhuk, pemurah, kasih sayang, sabar, redha, tawakal, tenggang rasa, lapang dada, pemaaf, meminta maaf, amanah diwajibkan bagi setiap orang, baik pemimpin maupun bukan.




Berubahlah...Kembalilah kepada Al-Quran & As-Sunnah...Jika kalian kembali kepada Al-Quran & As-Sunnah, nescaya permasalahan-permasalahan umat akan beransur pulih, dan yang pastinya rahmati dan keredhaanNya memayungi setiap umat yang dipandukan al-Quran & as-Sunnah...

Ambilah peluang dan bukannya kesempatan...Tugas pemimpin itu berat dan mulia jika kalian meletakkan al-Quran & as-Sunnah ditengah-tengah kehidupan umat. Tidak perlulah merujuk rumus Lord Reid untuk menyelesaikan masalah umat. Rumus itu sememang kusut ibarat tali lelayang yang bersimpul-simpul. Jika dicuba meleraikannya, pasti ada simpulan pada tali itu. Simpulan itu lah telah mencacatkan pandangan, yang telah merosakkan umat. Tetapi kalian masih berusaha untuk menutup kecatatan yang ada. Usaha kalian dan kesungguhan kalian boleh di 'puji', tetapi cara usaha yang kalian usahakan itu sia-sia(tidak diredhai Allah). Berusaha dan menutup kecatatan tersebut pasti nampak ketidaklurusan tali itu. Mainlah layang2 yang talinya bersimpul. Pasti ketidaklurusan pada tali itu nampak tatkala tali layang2 itu menegang. Sepanjang 50 tahun itu telah banyak kerosakan timbul di sebabkan sistem kapitalisme.


Terbiar pengianiyaan terhadap kaum wanita khususnya...Doa orang yang teraniaya, khasnya wanita itu jangan kita buat main. Mereka ini berdoa menggunakan hati dan perasaan. Lain pula lelaki, mengunakan akal(fikiran) dalam berdoa. Sebab itulah doa kaum wanita lebih mudah dimakbulkan Tuhan. Kita imbas kembali sejarah terdahulu, Langkawi bukan asing kepada kita. Pulau itu pernah ditimpa musibah akibat menghukum Mahsuri tanpa proses keadilan yang benar-benar telus. Sebelum meninggal dunia, Mahsuri bersumpah: "Langkawi menjadi padang jarak padang tekukur selama 7 keturunan!". Anak perempuan Sang Rajuna Tapa dibunuh sultan tanpa diteliti dosa-dosanya, isteri Laksamana Bentan Megat Seri Rama dibunuh cuma kerana mengidam buah nangka raja.

Bagaimana pula dengan contoh-contoh moderen dan pasca-moderen berhubung kaum wanita yang terbunuh tanpa keadilan ini? mereka dirogol? mereka dijual? sudah berapa ramaikah wanita-wanita yang terbunuh, dirogol, dijual di dalam negara kita mutakhir ini.

Contohi pemimpin yang menghidupkan al-Quran & as-Sunnah...Khalifah ar-Rasyidin, Khalifah Umar Abd Aziz, Sultan Abdul Hamid, Sultan Mohammad al-Fateh antara pemimpin yang boleh kita contohi. Setiap pemimpin Islam itu tidak boleh dia berkata, “Saya pemimpin di bidang ketentaraan. Saya hanya bertanggung jawab dengan ketentaraan saja. Soal agama dan akhlak itu bukan tanggung jawab saya.” Pemimpin ekonomi pun berkata senada dan juga pemimpin-pemimpin yang lain. Begitulah setiap pemimpin berfikir demikian. Soal agama dan akhlak itu tanggung jawab ulama, ustadz, pendakwah, pemimpin dakwah. Itulah bidang khusus mereka, begitu dalam fikiran para pemimpin itu. ALLAH dan Rasul tidak menghendaki demikian. Islam memerintahkan setiap pemimpin umat Islam, baik dia memimpin negara, pemimpin ketentaraan, politik, ekonomi, dll, wajib bertanggung jawab kepada anak pimpinannya mengenai agama dan akhlak mereka.

Wahai pemimpin...Insaflah!
“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang rakyatnya. Imam (Ketua Negara) adalah pemimpin, dia ditanya tentang rakyatnya. Seorang lelaki itu pemimpin kepada ahlinya dan dia ditanya tentang rakyatnya. Seorang perempuan itu pemimpin di dalam urusan rumah suaminya dan dia ditanya tentang rakyatnya dan seorang anak menjadi pemimpin menggunakan harta ayahnya dan dia ditanya tentang rakyatnya. Maka semua kamu adalah pemimpin dan ditanya tentang rakyatnya.” [Muttafaqun ‘Alaihi].

“Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan pada hari kiamat; nikmat di awal dan pahit di ujung” (HR al-Bukhari).

Renungilah kata-kata Umar bin al-Khaththab ra, ketika beliau menjadi khalifah dan begitu terkenal dengan kata-katanya yang menunjukkan kapasitinya sebagai seorang pemimpin yang agung (al-imâm al-a’zham):

“Seandainya ada seekor keldai terperosok kakinya di kota Bagdad karena disebabkan jalan yang rosak, aku khawatir Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban diriku di akhirat nanti.”


Tanggungjawab seorang pemimpin...Di akhir zaman inilah kelemahan umat Islam, dimana pemimpin hanya memimpin di bidangnya saja. Terhadap agama dan akhlak mereka meringan-ringankannya. Itulah rahasia mengapa setiap golongan itu, susah disatukan satu sama lain. Hati berjauhan meski tidak bertengkar karena tali pengikat di kalangan umat Islam adalah agama dan akhlak sudah diputuskan. Kalaupun ada tali, tapi sudah hampir putus. Maka dari itu banyak terjadi gejala yang negatif dalam golongan—golongan manusia. Hal ini berlaku karena mereka tidak diarahkan kepada agama dan akhlak mulia oleh pemimpin, jika ada progam keagamaan pun hanya sekali-sekali. Pemimpin hanya mengutamakan bidangnya saja seolah-olah agama dan akhlak adalah persoalan individu.

Padahal umat Islam menghendaki agama dan akhlak mesti sama walaupun berasal dari berbagai bidang, karena hal itu merupakan keperluan bersama. Kalau pemimpin memperhatikan akhlak dan agama maka akan lahir ahli-ahli yang berkemajuan, berdisiplin dan berakhlak mulia karena disuluh oleh ruh Islam. Sehingga visi mereka sejalan, syiar mereka bersama dan akhlak mulianya sama.

Umat Islam sudah berfikir bahawa agama hanya untuk guru-guru agama dan ustaz-ustaz. Apakah ada di dalam kalangan umat Islam berfikir bahwa dengan berdisiplin agama dan berakhalak mulia akan merugikan umat Islam dan manusia? Apakah dengan berakhak mulia dan berdisiplin dalam agama akan menciptakan kemunduran?

Sebenarnya kepatuhan dalam agama serta akhlak mulia itulah yang menjadikan umat Islam berdisiplin. Akan memperindah dan memperbaiki setiap profesi dalam bidang-bidang kemajuan, sehingga dapat meningkatkan kehormatan umat Islam, karena akhlak adalah universal, bahkan orang bukan Islam akan senang terhadap Islam. Dan yang terpenting adalah ALLAH dan RasulNya akan suka dan redha terhadap kita. Amin.

Wallahulam

-Choci2^SiC.CiL-

Saturday, 4 April 2009

Kahwin

Topik sepantas gaban saya letak.hehe

Seketika tadi, saya dan beberapa kawan saya pergi makan malam di cafe. Pelbagai perkara kami borakkan sepanjang dicafe. Suasana di cafe ketika itu lengang, tak ramai melepak & bersantai di cafe(mungkin dorg balik kampung kut). Di pendekkan cerita, kami bercerita bab kahwin. Asal cerita itu sebenarnya pasal isu couple & dating kat cafe. Kami tak tahulah apa yang dorang merendekkan(bahasa johorean) iaitu dating lelame kt cafe ini.

Dari situlah, mula topik kawen. Ada yang berkata, "baik kawen je, daripada wat keje2 mcm nie". "Klu tunang, ape lah sgt, masih belum dipanggil 'ikatan'." "kalau aku lah, kahwin jee. Tp masalahnya protokol yg diletakkn oleh ibu bapa telah menghalang budak2 nk kawen. Budak UIA ade je kahwin smbl belajar. Tak sama dgn budak yg tak faham ttg agama, mereka buat belajar sambil 'kawen'..tuh yg Ust Kamal 'hangin', budak2 couple g pasar malam mcm g bukit safar dan marwa, ke hulu ke hilir" "itulah pasal, antara sebabnya ada konsep habih belajar & kawen.aku rase, ramai je nk kawen dulu.tapi tuh r, sbb ada protokol." "Klu aku pun kawin gak, kt cafe leh makan suap2. hujung minggu leh dating2 n jejalan.mesti seronok giler."

Kursus Pra-Perkhawinan nampaknya mendapat sambutan hangat. Ramai sangat yang mahu sertai kursus tersebut. Hinggakan pihak penganjur membuat sedikit peraturan. Siapa bayar dulu, dia leh join. -Pendaftaran nama yg telah melebihi had capacity.



Pendapat saya, perkahwinan adalah suatu ikatan yang teguh antara lelaki dengan perempuan melalui akad nikah yang sah untuk menjalani kehidupan berumahtangga sebagai suami dan isteri. Perkahwinan disyariatkan dalam Islam bertujuan untuk mengembangkan zuriat manusia melalui cara yang halal sebagai penyambung keturunan untuk kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat.

Firman Allah s.w.t

“ Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang menjadikan kamu daripada diri yang satu( Adam ). Dia ( Allah ) menjadikan daripada diri Adam dan isterinya dan mengembang biak daripada kedua-duanya ramai lelaki dan perempuan….”



Bagi saya jugak, perkahwinan ini jugak bukan disebabkan atas dasar suka sama suka semata-mata. Tetepi atas dasar untuk membimbing wanita itu. Jika hati saya berkata(memberi getaran) yang saya berkeinginan dan boleh memimpin, mendidik, dan membimbing dia, saya akan fokus kepadanya dan berdoa kepadaNya. Saya menganggap kepimpinan, atau menjadi pemimpin itu bukanlah satu anugerah yg boleh dibangga-banggakan. Tetapi ia adalah anugerah tanggungjawab yg wajib saya galas(pikul).

Dengan itu carilah dan pilihlah wanita yg anta rasa anta boleh pimpin dia. Anta rasa boleh menyenangkan anta, menjadi penyokong, motivator dan pendengar terbaik anda. Dan yang terpenting sekali memahami kerja anta sebagai Daie Allah yang sememangnya fardhu ain ke atas semua umat Islam didunia ini. Wallahualam.

Friday, 3 April 2009

Leisure Time or Lost Time?

Do we consider how much time we spend on activities that are not truly beneficial?





On the issue of how one benefits from one’s free time, the Messenger of Allah (peace be upon him) said,
“There are two blessings whose profit [or reward] many people lose: good health and free time” (Al-Bukhari)

One may ask, “What, from the Shareeah point of view, is the problem with, for example, watching a football game for three hours?”

It is not just a question of “what is the problem with it?” The issue for a Muslim is: do I really have that time to spend wherein I am not benefiting myself at all? Can I afford to lose that time which I will never get back again? When I stand in front of Allah, can I really feel that I have used that free time, which is a bounty from Allah, in an acceptable fashion?

When the goal and purpose of a Muslim’s life is clear in his mind [to please Allah and achieve Paradise], he will not waste a lot of time in doing things that do not benefit him in achieving that goal and purpose. All his activities will be focused on the idea of moving him toward his goal—neither away from it nor in a static position with respect to it.

Of course, there is nothing wrong with rest and relaxation when needed. Indeed, it is a necessity. However, it could be argued that there are some ways that are simply non-beneficial or perhaps even harmful.

Wallahulam

Monday, 30 March 2009

Berfikir Analitikal

Berfikir secara analitikal dilihat dari daya usaha hendak melihat sesuatu itu secara lebih terperinci. Analisis ialah proses memecah-mecahkan masalah besar kepada bahagiannya yang lebih kecil supaya dapat ditangani (big-to-small). Apabila berfikir dengan menggunakan analitikal matlamatnya ialah membuat huraian terperinci berkenaan sesuatu idea ataupun perkara, mencari persamaan, perbezaan, mencari punca-punca sesuatu masalah ataupun kejadian, menyusun maklumat-maklumat ke dalam kumpulan-kumpulan, membuat pelbagai tafsiran, mencari perhubungan antara perkara-perkara, dan mencari kaitan sebab-akibat antara perkara-perkara dan peristiwa-peristiwa.


****************************

Oleh DR. SIDEK BABA


BERFIKIR analitikal adalah suatu kemahiran memberi analisis terhadap kenyataan, pemikiran, tulisan, laporan dan sebab-akibat berlakunya sesuatu. Bila berlaku sesuatu kejadian, kisah dan peristiwa, krisis dan malapetaka, kejayaan dan kecemerlangan, ia menuntut adanya analisis.

Dengan adanya analisis ia memandu seseorang tentang perkara-perkara yang tersirat dan juga tersurat yang kadang-kadang di luar kemampuan orang biasa untuk memahaminya. Berfikir analitikal bertolak daripada asas logik dan mampu meyakinkan seseorang dengan fakta dan data serta hujah-hujah yang menggambarkan sesuatu itu benar atau seolah-olah benar.

Para remaja sejak di bangku sekolah lagi memang diajar berfikir analitikal. Pelajaran Bahasa Melayu, Sejarah dan Kertas Am, umpamanya, memang mengajar para pelajar bagaimana seharusnya berfikiran analitikal. Apabila cara berfikir analitikal sudah dikuasai sebagai suatu kemahiran, maka para remaja mampu menganalisis isu yang berbangkit. Isu-isu yang berbangkit perlu didekati dengan analisis. Analisis yang dibuat memerlukan hujah, fakta dan data supaya ia boleh meyakinkan seseorang. Berfikir analitikal akan membantu remaja berfikir secara sistematik, teratur, tersusun dengan fakta, maklumat dan data yang baik.

Berfikir analitikal memerlukan ilmu dan maklumat. Tanpa sumber-sumber asas ini analisis tidak akan bermaya malah boleh menjadi tidak logik dan kurang meyakinkan orang lain. Analisis terhadap sesuatu perkara memerlukan dua jenis ilmu.

Pertama, ilmu yang generik atau umum. Kedua, ilmu khusus yang membawa kepada kepakaran dan pengkhususan terhadap sesuatu subjek. Analisis yang umum membawa pendekatan umum dan ia tertakluk kepada bahasan dan penghujahan pihak lain.

Analisis yang khusus berdasarkan kepakaran dan keahlian jauh lebih dihormati kerana asas keahlian menyebabkan kebolehpercayaan wujud. Tetapi lebih ideal sekiranya seseorang itu memiliki ilmu yang generik dan pada masa yang sama mempunyai kepakaran dalam bidang-bidang tertentu yang menyebabkan analisisnya menjadi lebih holistik.

Dalam tradisi Islam, berfikir analitikal adalah sesuatu yang dianjurkan. Sebab itu dunia taawil dan tafsir di kalangan umat Islam amat berkembang. Al-Quran terkandung prinsip-prinsip khusus dan umum yang memerlukan pendekatan taawil dan tafsir. Landasan kemajuan masa lalu disebabkan para ilmuan dan ulamanya berfikir secara analitikal. Analisis tentang ayat diberi secara panjang lebar, dikaitkan dengan dengan sumber-sumbernya dan dihubungkan dengan realiti semasa. Al-Quran bukan bersifat tekstual atau kitab saja, kandungannya merujuk kepada kontekstualiti atau keadaan yang sebenar.

Berfikir analitikal yang dikaitkan dengan al-Quran merujuk kepada kisah-kisah yang banyak terakam. Kisah-kisah itu menjadi ibrah untuk mempedomankan manusia tentang apa yang berlaku pada masa lalu yang bakal berulang semula pada hari ini dan berulang kembali pada masa depan.

Analisis kisah diberi supaya manusia hari ini jangan mengulangi kesilapan masa lalu. Berfikir analitikal memperingatkan manusia supaya terus kekal dan kembali semula kepada fitrah. Tanpa asas fitrah, manusia akan hilang pedoman dan arah. Kehilangan pedoman dan arah menyebabkan manusia menjadi keliru dan celaru.

Para remaja hari ini amat terdedah dengan kehidupan yang berorientasikan Barat. Kita tidak menentang Barat semata-mata kerana ia Barat. Dari sudut penguasaan ilmu dan teknologi, Barat amat cemerlang. Ada faedah-faedah berbanding yang boleh remaja dapati dari Barat. Tetapi apabila proses pembaratan menganjurkan remaja alpa kepada akhlak dan nilai mulia, menyanjung budaya seronok-seronok dan bertunjangkan benda, remaja harus analitikal yang mana satu yang bermanfaat dan yang mana satu boleh menjejaskan akidah, jati diri dan akhlak. Berfikir analitikal boleh membawa remaja ke arah menyaring yang baik dengan buruk, mengenal pasti yang berfaedah dan yang mendatangkan musibah dan akhirnya memandu remaja supaya jangan melampau batas sehingga lupa terhadap diri, tanggungjawab keagamaan dan amanah perjuangan.

Pemikiran

Sering juga kita bertemu sebahagian remaja yang tidak berfikir besar, hebat dan analitikal. Pemikiran yang berkembang ialah berbentuk picisan, lawak dan jenaka yang tidak bermutu, tidak diberi atas asas fakta dan data malah membuat kesimpulan terhadap sesuatu berasaskan sangkaan atau pendapat yang rendah mutunya. Bahan-bahan yang dibaca adalah amat ringan dan ia tidak meningkatkan kualiti ilmu dan berfikir. Bila bercakap, idea-idea bernas tidak ada melainkan bercakap ikut emosi dalam skop yang sempit.

Untuk menjadi remaja yang memiliki kualiti berfikir yang analitikal, remaja perlu banyak membaca bahan berkualiti sama ada daripada akhbar, majalah mahupun buku. Remaja kena banyak berbincang atas tajuk-tajuk yang ia tahu dan kena banyak mendengar isu-isu yang ia tidak tahu. Remaja yang analitikal tidak hanya membaca dan menerima apa yang dibaca. Sebelum sesuatu fakta dan data diterima, remaja berfikir secara analitikal dulu tentang kualiti tidaknya sesuatu pandangan. Kemudian mereka kena cuba memikirkan sesuatu yang lebih baik atau merujuk sumber-sumber yang boleh memberi jawapan yang lebih tepat dan akhirnya membuat kesimpulan selepas analisis berlaku.

Cara begini boleh meningkatkan kualiti berfikir para remaja kerana sesuatu yang datang tidak hanya diterima bulat-bulat melainkan selepas melalui proses analisis yang baik.

Maklumat dalam Islam adalah maklumat yang benar. Sandaran kepada pemikiran yang analitikal boleh membimbing remaja ke arah kebenaran. Al-Quran adalah perkhabaran dari langit yang terkandung hikmah bagi mereka yang berfikir.

Apa yang dirakamkan dalam al-Quran memerlukan daya tafsir dan taawil yang baik. Daripadanya remaja akan mendapat saripati ilmu kerana menerusi pemikiran analitikal sumber daripada Allah itu akan memimpin pemikiran remaja ke arah yang lebih bermakna.

Contohnya, secara analitikal proses perubahan, pembangunan dan kemajuan yang berlaku terhadap umat manusia bukanlah sesuatu yang baru. Sejak dulu lagi tamadun lahir, peradaban wujud. Al-Quran merakamkan kisah Firaun dan Nabi Musa dalam perspektif yang amat menarik. Firaun mengaku dirinya Tuhan dan memiliki kuasa yang tidak terbatas.

Dipaksa

Lalu orang-orang di bawah kekuasaannya dipaksa tunduk dan sesiapa yang bangkit melawan akan dihapuskan dengan zalim. Watak Nabi Musa amat menarik untuk dianalisis. Bagaimana Nabi Musa mendekati Firaun dengan bahasa yang lembut dalam siri dakwahnya yang amat bijaksana. Akhirnya kesombongan Firaun itu menemui padah apabila dia tenggelam, hanyut dan terapung di Laut Merah. Ini patut menjadi iktibar.

Secara analitikal kisah ini menggambarkan pada setiap zaman akan ada manusia yang mengaku dirinya Tuhan. Atau berlagak seumpama kuasa yang amat berkuasa.

Akhirnya watak-watak seperti ini akan menemui kehancuran dan musibah daripada Allah di atas perbuatannya. Berfikir analitikal dalam konteks al-Quran membawa para remaja sentiasa sedar dan menginsafi bahawa kisah-kisah dalam al-Quran terkandung hikmah, rahsia dan pengajaran yang amat mulia.

Berfikir analitikal secara Qurani boleh membimbing remaja ke arah pemahaman yang lebih jelas dan benar terhadap apa saja yang berlaku. Kejadian sesuatu perkara di samping sebab-akibat yang terfikir oleh manusia banyak juga yang berlaku di luar kemampuan manusia memikirkannya.

Berfikir analitikal tidak saja menghubungkan sesuatu kejadian kerana faktor alam dan manusia. Banyak juga kejadian yang berlaku bersebab daripada takdir Allah.

Asas ini penting bagi remaja supaya sandaran tentang qada dan qadar bukanlah datangnya daripada manusia. Ia datangnya daripada yang Maha Perkasa dan Berkuasa. Manusia boleh merancang tetapi Allah Maha Pentakdir.

Berfikir analitikal Qurani boleh memberi keseimbangan dalam melihat sesuatu perspektif peristiwa, kejadian dan perlakuan. Ini kerana remaja boleh mengalami kebuntuan berfikir jika faktor manusiawi tidak menjadi jawapan yang tepat tentang berlakunya sesuatu melainkan remaja dapat menghubungkan faktor manusia bersama-sama dengan faktor Ilahi. Ini menjadikan remaja yakin terhadap kuasa dan ketentuan Allah s.w.t..

Saturday, 28 March 2009

No HELMET

Kali ini saya terpanggil untuk berkongsi pandangan dan pengetahuan saya tentang Liberal. Ini disebabkan perbualan di antara saya dan seorang kawan saya. Kawan saya cakap, "ini liberal tak bertempat". Waktu itu saya senyum jelah..hee. Saya setuju dengan kata-kata beliau. Kuatkuasa memakai helmet di sekitar kampus. Saya rasa ramai yang melanggar peraturan ini. Mana-mana tempat pengajian khususnya, pelajar melanggarnya juga. Di situ persoalan timbul di antara kawan saya dan saya. "Ooo, bab-bab helmet nak pulak dikuatkuasakan, tapi tudung, menutup aurat tak dikuatkuasakan, tak de lak denda, takde lak signboard,. "HELMET ZONE".. " Tuh yg terkeluar ayat "Liberal tak bertempat".

Banyak kali dah perkara seperti ini sy berkongsi/berdiskusi/bercerita tentang konsep liberal ini pada kawan saya itu. Cuba kita fikir-fikirkan. Pernah dahulu saya sahaja dan sengaja bertanya seorang penjaga. Penjaga tudung di masjid Putrajaya. Pada waktu itu saya rasa, orang itu adalah AJK Masjid. Well, foreigner datang nak melawat masjid n nak tengok2 masjid. Saya bertanya kepada beliau...

"Kenapa perlu sediakan jubah??"
"Nak jaga imej masjid."




Dari situ saya fikir. Kenapa penguatkuasaan menutup aurat cuma berada di Masjid aje?? Diluar masjid tidak pula. Apa bezanya mensucikan masjid dan mensucikan agama Allah. Apa bezanya jihad memerangi nafsu dan jihad di jalan Allah. Ya memang benar, jihad memerangi nafsu itu jihad Akhbar. Akan tetapi tidak mengatasi jihad fisabilillah. Begitu juga dengan mensucikan masjid dan mensucikan agama Allah. Wallahulam...

Jika kita tengok maksud Liberal menurut Kamus Dewan, perkataan Liberal didefinisikan sebagai “1. (bersifat) condong kepada kebebasan dan pemerintahan yang demokratik (misalnya menentang hak-hak keistimewaan kaum bangsawan), (fahaman) bebas. 2. bersifat atau berpandangan bebas, berpandangan terbuka (tidak terkongkong kepada sesuatu aliran pemikiran dan sebagainya).

Dan inilah cuba diangkat oleh pemimpin sekarang. Dimana Barat sokong Islam Liberal. Islam Liberal itu adalah satu fahaman sesat yang berpunca dari sifat tidak yakin diri,merasa rendah diri (inferiority complex) dan mengagung-agungkan gaya pemikiran Barat oleh segolongan orang Islam.

Merujuk kepada definisi di atas, Islam sememangnya sebuah agama yang liberal. Ia membebaskan manusia daripada belenggu penyembahan sesama makhluk, bahkan juga membebaskan manusia daripada penindasan, kezaliman dan penghinaan sesama manusia. Islam juga memiliki dasar yang terbuka terhadap peradaban manusia selagi mana ia tidak melibatkan syirik yang menyekutukan Allah, perbuatan yang menyalahi syari‘at-Nya dan kepercayaan kurafat yang merendahkan kedudukan manusia sehingga ke taraf kebinatangan.

Jadi, apakah yang dimaksudkan dengan Islam Liberal? aksudnya penambahan kata 'Liberal' pada Islam yang sudah sememangnya liberal adalah sesuatu yang diada-adakan,bersifat tidak tulen dan meniru-niru pengaruh luar serta menunjukkan unsur-unsur tidak memahami seluruh konsep dalam Islam itu sendiri.

Apakah yang dimahukan oleh fahaman ini?
Jawapannya dapat kita lihat sendiri pada penambahan perkataan “Liberal” kepada Islam yang sememangnya sudah liberal. Ertinya fahaman ini mengkehendaki ciri keterbukaan dan kebebasan yang lebih daripada apa yang sedia ada dalam syari‘at Islam yang asli lagi tulen.

Golongan ini sesuka hati cuba mengubah syariat mengikut selera mereka.Selalunya mereka mempunyai autoriti dalam melakukan kerja kotor ini disebabkan kebanyakan mereka terdiri dari cerdik pandai Islam dan pengamal undang-undang. Cerdik pandai Islam ini nampaknya telah tersesat dari apa yang mereka pelajari ataupun disesatkan oleh pihak-pihak tertentu. Mereka terasa hebat dan ego mereka semakin menjadi-jadi sehingga hukum-hukum agama pun mereka cuba mencabarnya.Para pengamal undang-undang pula (Islam Liberal) sebenarnya golongan yang teramat jumud dan sempit pemikiran mereka apabila menganggap syariat Islam boleh diubah dan dipinda sebagaimana undang-undang manusia.Mereka memandang agama mengikut tempurung akta,peraturan dan pindaan.Mereka tidak dapat membezakan yang mana satu hukum Tuhan,yang mana satu hukum manusia.Mereka tidak cuba memahami hikmah di setiap suruhan Tuhan tetapi cuba mencabarnya seolah-olah Tuhan itu manusia biasa yang terhad pengetahuannya.

Sesuka hati nak amik yang mana perlu dan bermanfaat. "Liberal tak bertempat" hehehe. Ini adalah ciri-ciri yang terdapat dalam golongan Sekular. Golongan Islam Liberal juga gemar menolak dan menerima ajran-ajaran Islam mengikut selera mereka. Pada mereka agama seperti pilihan makanan di bufet-bufet. Jika mereka setuju mereka akan mengekalkan ajaran Islam tersebut. Jika tidak menepati selera mereka,mereka akan menolak. Namun begitu keceluparan mereka naik satu tahap lagi berbanding golongan Sekular. Mereka tidak menolak begitu sahaja kerana seterusnya mereka cuba meminda dan mengubah ajaran itu sehingga menjadi ajaran baru yang di'rebranded'kan konsepnya dari ajaran asal. Sama ada mereka ini menolak AlQuran tetapi mengambil Hadis,ataupun menolak Hadis tetapi mengambil AlQuran. Ada juga yang menolak separuh isi AlQuran dan Hadis dan mengambil separuh yang selebihnya. Dalam hal ini pangkat mereka sama taraf dengan golongan Islam Sekular.


Setakat ini sahaja yang cross my mind. Itu pun sebab ada orang bertanya nape tak upadate blog??..huhu..

Thursday, 19 March 2009

Kisah & Risau

Kerisauan wujud apabila adanya 'kisah' dalam hati-hati mukmin yang luhur Imannya, yang solid aqidahnya, yang tinggi fikrah islamiyahnya.




Kenapa kita perlu rasa risau, duit kita hilang apabila kita simpan dirumah(bukan bank)..
Kenapa kita perlu rasa risau, bekalan kita habis bila kita bermujahadah di fisabilillah..

Kita terlupa tentang perkara yang sepatutnya dirisaukan..
Kita akan amek kisah apabila perasaan risau datang kepada kita. Selagi tak risau selagi tuh kita tak kisah betul tak??

Sama jugak dengan agama Allah nie..kita ada tanggungjawab sebagai Khalifah di muka bumi ini.. Tak semestinya agamawan, ust2, ustz2, dan ulama2 ini dipertanggungjawaban ttg hal ini..

Kita tak kisah, perbankan sekarang disertakan riba' pinjaman.

Kita tak kisah, orang murtad tidak dihukumi.

Kita tak kisah "kondom dan suntikan jarum" cara penyelesaian menyelesaikan masalah anak luar nikah dan penyakit aids. Kita tak kisah, bukan kita pun terlibat dengan kancah maksiat ini.

Nampak sangat kita tak risau tentang dosa riba' (termasuk 7 jenis dosa besar like menyekutukan Allah, menikahi ibunya sendiri).

Nampak sangat kita tak risau tentang gejala murtad; "alaa, masih kecil lagi bilangannya(2 drpd 10 telah murtad)" tapi masalahnya bukan bilangan, tapi perbuatan murtad itu. Lupakah kita, bagaimana sikap Syaidina Abu Bakar as-Siddiq terhadap orang murtad dan Nabi palsu??

Nampak sangat kita tak risau, kita risaukan sgt ttg anak luar nikah dan penyakit aids. Tapi kita tak risaukan perbuatan zina itu, sepatutnya itulah patut kita risaukan.

Banyak lagi perkara hendak ditulis tentang "kisah & risau" nie. Kita tanya diri sendiri, apakah kita kisah dengan maksiat yang berleluasa di sana-sini?? Hukum-hakam separa Islam & ala2 Islam?? Menilai jenis kesalahan yg datang dari manusia yang rakus??..Dan kita tanya Iman kita..Renungi setiap rukun Iman yang 6 perkara itu. Apa yang anda faham apa itu aqidah??;


Beriman pada Al-Quran, bukanlah semata-mata mengimani kewujudannya. "oh, percaya2 kitab2 memang diturunkan"..tapi adalah untuk mengimani perintah dan laranganNya dan diterapkan ke tengah-tengah kehidupan umat manusia. Saudaraku sekalian, Sunnah/perbuatan Rasulullah SAW adalah perbuatan dan kebenaran yang jelas dari Allah. Sekian, wallahulam.

Tuesday, 17 March 2009

Aktivitas Hari Esok

Esok petang ada banyak aktivitas di universitasku. Banyak program belah petang. Tataw nak pilih mana. Program2 yg dijalankan ini adalah merupakan salah satu(yang salah jangan ikut. Yang betul, sila ikut..so ayat yg tepat MERUPAKAN BETUL SATU..hahaha) projek budak2 senior yang amek subjek professional communication. Sengaja dipilih hari yang sama, agar kemenangan dan penilaian dibuat sendiri oleh pengunjung..orang ckp, "apa kata servey"..

Pelbagai risalah(sila betulkan, ribetul :p) yg dorg edarkan kt students.. Setiap group, akan membawa aktiviti berlainan. Ikut mana yang best, korang pergi lah..Ada group, selitkan indoor games, ada yg wat cabutan bertuah..Tapi mtlmt aktiviti ialah berkaitan dgn learning english..Well, kita orangkn budak British, nak tak nak kena gak kaitkan..Tp, still gak cakap bahasa Melayu.. hehehe

Perkara-perkara ini pernah aku alami semasa diploma dulu..Akitiviti yang menyeronokan..diberikan modal utk buat perniagaan..telah dibahagi2kan group..setiap group dibekalkan modal..Bape??haaa itulah adalah rahsia..Lagi satu aktiviti, ialah projek semesta. Dak Information Technology vs Computer Systems & Networking. Yg ini parah bagi aku..Ada masalah politik di dalam group Computer Systems & Networking. Certain bdk dari kelas kedua tidak setujus dengan plan bdk kelas aku. Macam2 lalang ada kt situ. Batu api ada gak. Pembawakan ini disebabkan idea yang kami bawak ini seolah-olah tak diterima oleh kelas kedua. Ya, aku rasakn begitu..Kelas aku kut silap step..Masa sesi pembentangan projek kelas 1 dan 2, kelas aku ini nmpk extreme/berkeras dalam mmberikan keputusan(nk menang, orang kata)..Kami rasekan, apa yg dikehendaki oleh pihak atasan kami follow malah kami sapu semua(tapi semua pun)..contoh, pihak kolej senaraikan terms yg perlu ada dalam suatu projek, A, B, C, D & E.. Idea kami dapat, A,B,C & E..Tp memerlukan modal yang besar. Maknanya budak2 kena advance duit sampai cukup RM700. Utk dptkan penderma-penderma, tidak menjadi masalah bagi kami masa tuh.Kami banyak 'kaki'. Apakan daya, mereka tetap tolak atas sebab projek mahal dan kena advance, dan ditambah nk wat T-Shirt rasmi projek..

Hendak pulang ke pangkal jalan, sudah terlambat. Tepung telah bersepah, rambut telah putus. Pada akhir keputusan, kami berpisah group.Berpisah group bermakna modal dibahagikan dua. So modal menjadi kecil, plan pertama kami terpaksa batal begitu sahaja. Persoalan yg kami ajukan kepada group kami selepas berpisah group. "Kenapa perlu ada perkataan ,kelas pertama pandai, memang gempak, mesti dorang nk buat jugak dgn keputusan dorang even kita(kelas kedua) diberi peluang." kenapa perlu ada mentaliti sedemkian rupa??kenapa??

Tapi itulah..apa yang dibawa semasa zaman belajr dahulu, mesti dibawa n berlaku semasa di alam pekerjaan..setujuk tak??...hehe

kt sini aku nk bgtaw korang ttg aktiviti yg perlu aku pegi esok..1 aktiviti je yg aku tertarik. Yang tertarik aku nyatakan diatas sekali..Everyone is invited..hehehe..


______________________________________

FURTHER STUDY TALK
(UK)

Speaker

MISS NOOR'AIN ABDULLAH
NAZZA EDUCATION

Date: 18 March 2009 (Wednesday)
Venue: TTL 1
Time: 1430-1730

Topics
- Advantages Studying in the UK
- Funding Opportunities
- Application Procedures
-Courses available and duration of study
- Nazza Education services

____________________________________


ENGLISH AWARENESS CAMPAIGN

Time: 1400-1700
Date:18/03/2009
Venue: 3rd Floor
Games: SCRABBLE(GUESSING WORDS)


________________________________


ENGLISH AWARENESS CAMPAIGN

Venue: Level 3
Date: 18.03.2009
Time: 1500-1700
Group:L01-T01
"The important of English in geography may save lives"

____________________________________


ENGLISH AWARENESS CAMPAIGN
Nursery Rhyme

Date: 18.2.2009
(Wednesday)
Time:1500-1700
Venue: Level2

__________________________________

ENGLISH AWARENESS CAMPAIGN


Date: 18 March 2009
Venue: 4th Floor
Time: 1400-1700
Group:L03-T02

IMPROVING ENGLISH VIA READING!!

Come and join us
-more activities and great prizes are waiting-

__________________________________


Lagi satu, tengok movie, The Lion King.

..kupon dorang hilang ntah ke mana..huhuhu

___________________________________
Related Posts with Thumbnails